
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id, SURABAYA—Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menjadi tuan rumah peluncuran Integrasi Kurikulum Anti-Narkoba yang dirancang oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) RI dalam rangka akselerasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Kegiatan ini digelar pada Kamis, 12 Februari 2026 di Gedung Pertunjukan Sawunggaling, Kampus 2 Unesa Lidah Wetan, Surabaya.
Peluncuran program Integrasi Kurikulum Anti-Narkoba atau IKAN ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam memperkuat pendidikan karakter serta pencegahan penyalahgunaan narkoba sejak dini.
Rektor Unesa, Nurhasan menegaskan bahwa momentum tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat gerakan kolektif melawan peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Ia menilai pencegahan dan pemberantasan narkoba merupakan fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia unggul dan sehat, sejalan dengan Asta Cita Presiden.
“Tema hari ini bukan sekadar rangkaian kata, tetapi penegasan arah kebijakan bangsa untuk memperkuat generasi muda yang berkarakter dan berdaya saing,” ujar guru besar Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) itu.

www.unesa.ac.id
Pria yang akrab disapa Cak Hasan itu juga menyoroti posisi strategis Jawa Timur sebagai gerbang baru Nusantara yang menuntut kesiapsiagaan bersama menghadapi kompleksitas peredaran narkoba. Menurutnya, kampus tidak hanya menjadi ruang transfer ilmu pengetahuan, tetapi tempat pembentukan nilai, kesadaran, dan tanggung jawab kebangsaan.
Ia juga memaparkan komitmen Unesa dalam pencegahan narkoba melalui pembentukan unit kerja anti narkotika sejak 2022 serta raihan penghargaan Kampus Bersinar dari BNN Jawa Timur selama periode 2022–2025.
Selain itu, tambahnya, Unesa juga mencatatkan rekor MURI pada 2023 melalui deklarasi anti-narkotika yang melibatkan 23.000 mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan. Kampus dengan tagar ‘Rumah Para Juara’ juga rutin melakukan tes urin tahunan minimal enam persen sivitas akademika serta mengintegrasikan materi P4GN dalam berbagai mata kuliah wajib.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyatakan bahwa program IKAN merupakan bentuk kolaborasi nyata antara kementerian dan BNN dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan aman.

www.unesa.ac.id
Ia menegaskan integrasi kurikulum tidak menambah beban mata pelajaran baru, tetapi disisipkan dalam pembelajaran yang ada melalui pendekatan deep learning dan experiential learning. “Kita ingin membangun generasi yang agile, cerdas, tangkas, dan bersemangat. Bukan generasi fragile yang mudah rapuh,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto menekankan bahwa pendidikan merupakan benteng utama dalam melindungi generasi muda dari penyalahgunaan narkoba. Ia menyebut peluncuran kurikulum ini sebagai langkah strategis untuk membangun pertahanan intelektual dan moral bangsa.
“Pendidikan adalah fondasi utama untuk melindungi generasi dari ancaman narkotika, dan hari ini kita meluncurkan legacy penting bagi masa depan anak-anak Indonesia,” ujarnya.
Melalui peluncuran Integrasi Kurikulum Anti-Narkoba di Unesa, ia berharap sinergi lintas sektor dapat memperkuat upaya pencegahan narkoba secara sistematis dari tingkat pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Program ini juga diharapkan menjadi langkah konkret dalam mendukung agenda nasional membangun generasi Indonesia yang sehat, tangguh, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. []
***
Penulis: Puput
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: