Universitas Negeri Surabaya

Selamat datang di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Berdiri sejak 1964, UNESA telah berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Kontak Kami:
Follow Us:

Usia 72 Tahun, Tri Prasetiyowati ke ‘Bangku Perkuliahan’ untuk Memahami Perkembangan Zaman dan Generasi yang Berubah

bnr-arrow-1-1.png

Unesa.ac.id., SURABAYA— Bagi Tri Prasetiyowati, pendidikan tidak mengenal kata terlambat. Di usia 72 tahun, ia masih duduk di bangku kuliah dan menyelesaikan pendidikan magister Bimbingan dan Konseling di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Pada Wisuda Unesa Periode ke-121, Rabu, 12 Agustus 2026, Tri menjadi wisudawan tertua.

Namun, Tri tidak kembali ke bangku kuliah untuk mengejar pekerjaan atau sekadar menambah gelar. Ada alasan yang lebih personal. Ia ingin memahami perubahan cara berkomunikasi dan mendidik anak-anak yang menurutnya semakin berbeda dengan generasinya.

Sebagai ibu dua anak, Tri merasakan sendiri perubahan tersebut. Cara anak-anak berkomunikasi dan menyampaikan pendapat kini tidak lagi sama dengan ketika dirinya tumbuh dan dibesarkan.

“Ketika anak-anak semakin besar, saya selalu mendidik mereka dengan cara saya sendiri. Mulai dari bayi itu saya tangani sendiri. Lama-lama saya merasa sebagai ibu itu dengan zaman saya dulu jauh berbeda. Kalau saya dulu melihat orang tua, saya tirukan. Dikasih kode sudah mengerti. Kalau masa anak saya, kalau saya bilang gitu, dia bisa ngomong pendapatnya sendiri,” ujarnya.

Keinginan untuk memahami perubahan zaman dan generasi itu kemudian membawanya kembali ke dunia pendidikan. Sebelumnya, Tri pernah menempuh pendidikan tinggi hingga semester empat ketika masih muda.

Namun, perjalanan tersebut terhenti setelah ia menikah dan menjalani peran sebagai ibu sekaligus mendampingi suaminya yang merupakan prajurit TNI Angkatan Laut.

Keinginan belajar tidak pernah benar-benar hilang. Ketika pandemi Covid-19 membatasi berbagai aktivitas pada 2020, Tri yang saat itu berusia 66 tahun memutuskan kembali menempuh pendidikan S-1 Bimbingan dan Konseling di Universitas PGRI Adi Buana (UNIPA).

Empat tahun kemudian, pada September 2024, ia menyelesaikan pendidikan sarjananya. Setelah itu, Tri melanjutkan pendidikan magister Bimbingan dan Konseling di Unesa.

Perjalanan kembali ke bangku kuliah pada usia itu tentu tidak selalu mudah. Salah satu tantangan yang dirasakan Tri adalah kemampuan mengingat materi yang menurutnya tidak lagi sama seperti ketika masih muda.

Ia pun menemukan cara sendiri untuk mengatasinya. Selain memiliki buku dan membaca kembali materi, Tri merekam penjelasan dosen, memanfaatkan Google, hingga membuat singkatan agar lebih mudah mengingat materi perkuliahan.

“Tantangannya kalau sudah usia gini, dijelasin materi itu memang ingat tapi gampang hilang. Jadi saya harus punya bukunya dan penjelasan dari dosen saya rekam. Di samping itu bantuan dari Google. Itu luar biasa. Dulu kalau kuliah harus itu perpustakaan, dengan usia yang segini enggak usah wira-wiri,” tuturnya.

Dukungan keluarga turut menjadi sumber kekuatan selama menjalani pendidikan. Di sisi lain, pengalaman belajar bersama mahasiswa yang usianya jauh lebih muda justru memberinya pengalaman baru dalam memahami generasi muda.

Menariknya, pengalaman Tri sebagai mahasiswa juga membawanya meneliti persoalan yang banyak dihadapi mahasiswa muda. Dalam tesis magisternya, ia mengkaji pengaruh mekanisme coping, penyesuaian akademik, dan dukungan sosial terhadap prokrastinasi akademik pada mahasiswa tahun pertama.

Bagi Tri, kembali belajar bukan sekadar tentang memperoleh gelar. Pendidikan memberinya kesempatan untuk memahami perubahan, menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, sekaligus melihat generasi muda dari perspektif yang berbeda.

Perjalanannya menunjukkan bahwa belajar tidak selalu harus dimulai pada usia tertentu atau berhenti ketika seseorang telah memasuki usia tertentu. Pada usia 72 tahun, ketika fase pendidikan bagi sebagian orang mungkin dianggap telah selesai, Tri justru menemukan alasan baru untuk terus belajar: memahami perubahan dan tetap bertumbuh bersama generasi yang terus bergerak.][

***

Reporter: Dava Yessy Marshela (FBS)

Editor: @zam*

Foto: Tim Humas Unesa