
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id. SURABAYA— Unit Pengelolaan Pengadaan Barang/Jasa (UPPBJ) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) secara resmi memperkenalkan versi terbaru sistem pengadaan digital, Simbajanesa 2.0. Sosialisasi sistem ini digelar pada Selasa, 10 Februari 2026, di Hotel Grand Mercure Surabaya dengan melibatkan lebih dari 200 partisipan yang terdiri dari mitra penyedia dan calon penyedia barang dan jasa.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai navigasi sistem terbaru, sekaligus melaksanakan pembaruan (update) dan verifikasi ulang Data Penyedia Terdaftar (DPT) di lingkungan Unesa.
Kepala UPPBJ Unesa, Hendra Wahyu Cahyaka menjelaskan bahwa pengembangan aplikasi ini merupakan buah dari rencana panjang yang disusun sejak 2017. Meski protokol awal telah dibuat pada 2018 dan mulai digunakan pada 2020, versi awal tersebut masih memiliki keterbatasan fitur, seperti belum adanya instrumen penilaian kinerja.
"Setelah melakukan evaluasi berkala selama lima tahun, kami melakukan terobosan besar pada Simbajanesa 2.0. Versi terbaru ini kini dilengkapi dengan fitur Tender Cepat dan E-Katalog," jelasnya.
Pembaruan ini diharapkan mampu memperkuat transparansi data dalam setiap aktivitas pengadaan. Ia menambahkan bahwa verifikasi data yang lebih spesifik dalam sistem baru ini akan memastikan seluruh proses tender cepat berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Pengembangan sistem mandiri ini merupakan langkah strategis Unesa dalam merespons statusnya sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) sejak tahun 2023. Perwakilan Direktorat Aset Unesa, Sanaji menegaskan bahwa PP No. 37 Tahun 2022 menjadi landasan hukum utama bagi Unesa untuk merancang sistem pengadaan yang lebih otonom dan fleksibel.
"Sebagai PTN-BH, kami memiliki tanggung jawab untuk membangun sistem yang sifatnya mandiri namun tetap akuntabel. Simbajanesa 2.0 adalah jawaban kami atas kebutuhan tata kelola barang dan jasa yang modern," tuturnya.
Selain pemaparan materi teknis, kegiatan ini menjadi ruang dialog interaktif antara pihak universitas dan para penyedia. Diskusi difokuskan pada penyelarasan persepsi mengenai mekanisme pengadaan, mulai dari alur pengadaan langsung hingga prosedur tender cepat yang lebih efisien.
Antusiasme positif datang dari para peserta, salah satunya Alfina Gita dari CV Agung Sukses. Ia mengaku sosialisasi ini sangat krusial bagi para mitra untuk beradaptasi dengan sistem digital Unesa.
"Kegiatan ini sangat membantu. Awalnya kami belum terlalu memahami aplikasi ini, namun setelah penjelasan tadi, sistem pengadaan Unesa terasa jauh lebih mudah dan transparan bagi kami," tuturnya.
***
Reporter : Aldian Lukmanul Hakim (Fisipol)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: