
Unesa.ac.id. SURABAYA— Pengalaman belajar mahasiswa tidak selalu harus berlangsung di ruang kuliah. Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mulai memperluas ruang belajar melalui unit usaha yang sekaligus dapat dimanfaatkan untuk praktik, pengalaman kerja, dan pengembangan keterampilan mahasiswa.
Konsep tersebut hadir melalui peresmian Triloka Bread & Eatery by Boganesa dan Nesa-Autocare di Teras Utara Gedung A3 FT, Kampus 1 Unesa, Ketintang, Rabu (26/8/2026).
Triloka dikembangkan sebagai ruang yang mempertemukan unit usaha, dosen, dan mahasiswa. Selain menyediakan kebutuhan civitas dan masyarakat sekitar, unit tersebut membuka peluang keterlibatan mahasiswa melalui sistem on-call sekaligus menjadi ruang pembelajaran dan praktikum.
Ketua Pengelola Triloka, Maureen Gita Miranti menjelaskan, bahwa unit tersebut merupakan pengembangan dari perjalanan Boganesa yang telah menjalankan usaha katering sejak 2020. Pengembangan berlanjut melalui Edukafe pada 2025 hingga kini hadir dalam bentuk Triloka di Gedung A3, FT Unesa Kampus 1 Ketintang.

“Triloka menyatukan unit usaha, mahasiswa dan dosen, sehingga dapat menjadi wadah penguatan pemahaman dan keterampilan mahasiswa,” ujarnya.
Produk yang disediakan Triloka dikembangkan berdasarkan riset pasar untuk menyesuaikan kebutuhan, terutama mahasiswa. Pilihannya antara lain roti, kue tradisional, kue basah, lemper, arem-arem, soft cookies, serta minuman seperti teh dan kopi.
Belajar dari Pengalaman Kerja
Ruang praktik serupa juga dikembangkan melalui Nesa-Autocare, unit layanan perawatan sepeda motor yang menyediakan jasa servis, perbaikan, dan pencucian kendaraan.
Unit tersebut merupakan pengembangan dari usaha otomotif yang sebelumnya telah berjalan. Layanannya diarahkan untuk menjawab kebutuhan civitas dan membuka ruang keterlibatan mahasiswa, khususnya mahasiswa tingkat akhir.
Ketua Pengelola Nesa-Autocare, Priyo Heru Adiwibowo mengatakan, unit tersebut dikembangkan untuk membantu memenuhi kebutuhan kendaraan masyarakat Unesa. “Kami punya visi misi untuk membantu sebanyak mungkin masalah kendaraan di masyarakat sekitar,” ucapnya.

Keterlibatan mahasiswa juga mulai dibuka dalam pengelolaan unit. Yohanes Christomoscar Marshanda Putra, mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Mesin FT Unesa yang menjadi penanggung jawab operasional Nesa-Autocare, mengatakan mahasiswa dapat memperoleh pengalaman dengan membantu kegiatan operasional sesuai kemampuan.
“Mahasiswa nanti misalnya ada yang mau ikut cari pengalaman atau tambahan uang, mau bantu-bantu di sini jadi juga tidak apa-apa. Kalau misalnya bisa ngerjain motor juga, ya alhamdulillah banget,” bebernya.
Dekan FT Unesa, Suparji menuturkan, keberadaan kedua unit usaha dan pembelajaran tersebut diharapkan memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa. Selain menjadi layanan bagi sivitas akademika, keduanya dapat dikembangkan sebagai ruang magang dan praktik.
“Harapannya, khususnya untuk mahasiswa baru, dengan adanya tenant ini dan Nesa-Autocare, mereka bisa kami layani, baik untuk kebutuhan makanan dan snack maupun layanan perawatan kendaraan di belakang,” ujarnya. ][
**
Reporter: Diva Novana (FEB)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa






