
Unesa.ac.id. SURABAYA— Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Nara Institute of Science and Technology (NAIST), Jepang, membuka peluang kolaborasi akademik yang lebih luas bagi mahasiswa dan peneliti melalui kerja sama di bidang sains dan teknologi. Kolaborasi tersebut diarahkan pada program student internship, student exchange, serta penelitian bersama, dengan fokus awal pada sains informasi, kecerdasan buatan (AI), sains digital, dan material sains.
Peluang tersebut diperluas melalui Unesa dan NAIST menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) di Gedung Rektorat Kampus II Lidah Wetan, Surabaya, Kamis, 13 Agustus 2026.
Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Pengembangan, Kerja Sama, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi Unesa, Dwi Cahyo Kartiko, mengatakan kerja sama tersebut menjadi bagian dari perluasan jejaring akademik internasional Unesa yang diarahkan pada program-program konkret.
Menurutnya, kerja sama dengan NAIST dapat dikembangkan melalui pertukaran mahasiswa, publikasi ilmiah bersama, seminar, konferensi akademik, hingga berbagai kegiatan yang mendukung peningkatan kapasitas akademik.

“Unesa sebelumnya telah membangun hubungan dengan sejumlah perguruan tinggi di Jepang, seperti Osaka Kyo University, Kyushu University, Shunan University, dan Nara Women’s University. Kerja sama dengan NAIST menjadi bagian dari perluasan kemitraan tersebut untuk membuka peluang baru dalam pengembangan pendidikan dan riset berbasis sains teknologi,” ujarnya.
Implementasi awal kerja sama tersebut akan diarahkan pada program student internship, student exchange, dan penelitian bersama. Assistant Professor dari Graduate School of Information Science NAIST, Christopher Wiraatmaja, menjelaskan mahasiswa Unesa berkesempatan mengikuti kegiatan akademik di NAIST dengan durasi mulai satu minggu hingga enam bulan, sesuai kebutuhan program.
Kolaborasi awal juga melibatkan Fakultas Teknik Unesa dengan sejumlah topik karya ilmiah yang telah dikembangkan bersama. Bidang yang menjadi perhatian mencakup sains informasi, AI, sains digital, serta material sains.

Selain mobilitas mahasiswa, kerja sama tersebut membuka ruang bagi dosen dan laboratorium dari kedua institusi untuk mengembangkan penelitian bersama. Kolaborasi ini diharapkan dapat berkembang lebih luas hingga membangun kerja sama antarlaboratorium.
Professor of Graduate School of Information Science NAIST, Shoji Kasahara, menyampaikan apresiasi atas terwujudnya kerja sama tersebut. Menurutnya, kemitraan Unesa dan NAIST menjadi dasar untuk membangun hubungan jangka panjang dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
Ia berharap kolaborasi kedua institusi dapat menghasilkan inovasi baru, memperkuat pertukaran pengetahuan, serta mendukung pengembangan generasi peneliti dan pemimpin masa depan. Program kerja sama juga mencakup seminar, lokakarya, serta berbagai program pendidikan inovatif. ][
***
Reporter: Puput
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa






