
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id., SURABAYA—Peningkatan kualitas layanan mahasiswa (excellent services) serta penguatan akuntabilitas kinerja akademik kini memasuki babak baru berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence). Langkah transformatif ini ditandai dengan peluncuran Sistem Informasi Kinerja Akademik Terintegrasi (SIKAT) oleh Universitas Negeri Surabaya (Unesa) guna menghadirkan tata kelola kelembagaan yang responsif dan berbasis data real-time.
Peluncuran sistem mutakhir tersebut berlangsung di Gedung Rektorat Kampus II Unesa Lidah Wetan, Surabaya, pada Senin, 13 Juli 2026. SIKAT dirancang khusus sebagai early warning system digital yang dapat diakses via ponsel maupun laptop, memudahkan jajaran pimpinan dari tingkat rektor hingga koordinator program studi (prodi) untuk memantau status akreditasi, progres publikasi ilmiah, hingga melakukan intervensi dini terhadap potensi kendala studi mahasiswa.
Rektor Unesa, Nurhasan atau yang akrab disapa Cak Hasan menegaskan bahwa SIKAT menjadi instrumen penting untuk mempertahankan capaian Unesa yang sukses meraih juara Indikator Kinerja Utama (IKU) nasional selama empat tahun berturut-turut, sekaligus mendongkrak pemeringkatan Times Higher Education (THE).

www.unesa.ac.id
“Status program studi baru tidak bisa dijadikan alasan untuk tidak meraih akreditasi Unggul. Melalui sistem ini, seluruh koordinator program studi harus memantau capaian secara harian dan meningkatkan kinerja secara objektif guna memenuhi target akreditasi serta produktivitas publikasi jurnal,” tegas Cak Hasan.
Aplikasi ini didasarkan pada kebutuhan civitas, termasuk mahasiswa. Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni, Martadi menuturkan bahwa seluruh jajaran fakultas harus siap proaktif menggunakan data SIKAT guna memetakan solusi bagi mahasiswa yang mengalami hambatan akademis, sehingga risiko keterlambatan kelulusan dapat dimitigasi sejak awal.
“Kita semua harus mengubah mindset bahwa dosen, program studi, dan dekan itu ada karena mahasiswa. Segala bentuk program harus bermuara pada pelayanan terbaik, salah satunya dengan memanfaatkan data sistem ini untuk mendeteksi potensi hambatan studi sejak dini, lalu memanggil mahasiswa bersama dosen pembimbingnya untuk merumuskan jalan keluar percepatan studi,” tegasnya.

www.unesa.ac.id
Di sisi lain, dosen juga diuntungkan dengan integrasi sistem ini dalam memetakan target luaran riset. Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Pemeringkatan, Publikasi, dan Science Center, Bambang Sigit Widodo memaparkan bahwa data rekam jejak SIKAT akan disinkronkan dengan program pendampingan penulisan ilmiah di tingkat fakultas secara berkala.
“Kami memfasilitasi setiap fakultas melalui agenda coaching clinic guna mendukung peningkatan publikasi pada tahun mendatang agar mampu melampaui 1.400 dokumen terindeks Scopus,” terangnya.
Peluncuran dasboard akademik dan SIKAT tersebut dirangkaikan dengan laporan dan pembahasan perkembangan fakultas selingkung Unesa serta evaluasi untuk penguatan akademik yang berdampak ke depan. ][
***
Reporter: Ahmad Daffa F. (FT) & Tarisa Adistia (FBS)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: