
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id., SURABAYA— Fakultas Vokasi (FV) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyelenggarakan The 2nd International Conference on Aligning Sustainability with Vocational Innovations (ICASVI) secara hybrid di Ballroom Mercure Hotel, Surabaya, pada Minggu, 3 Agustus 2025.
Konferensi dengan tema “Harnessing Sustainable Intelligence in Applied Innovation” ini menjadi forum akademik dan kolaboratif yang menjembatani pendidikan vokasi, riset terapan, dan praktik industri dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) 2030.
Acara dibuka Wakil Rektor III Bidang Riset, Inovasi, Pemeringkatan, Publikasi, dan Science Center Unesa, Bambang Sigit Widodo. Ia menyampaikan pentingnya peran pendidikan vokasional dalam menjawab tantangan global seperti perubahan iklim, kesenjangan pendidikan, hingga keberlanjutan ekonomi dan industri.
“ICASVI adalah forum untuk mentransformasikan tujuan global menjadi solusi lokal yang nyata. Melalui pendidikan vokasional yang berorientasi masa depan dan integrasi nilai-nilai keberlanjutan, kita mencetak lulusan yang tidak hanya siap industri, tetapi juga siap menghadapi kompleksitas dunia,” ucapnya.
Komitmen Vokasi

www.unesa.ac.id
Konsep Sustainable Intelligence menjadi benang merah ICASVI 2025—menggabungkan etika, data, dan kesadaran ekologis dalam sistem teknologi terapan seperti AI, IoT, dan desain sirkular yang berdampak jangka panjang terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Dekan Fakultas Vokasi Unesa, Suprapto menyampaikan konferensi ini menjadi momentum penting untuk mengubah cara pandang terhadap pendidikan vokasi. Sejatinya, vokasi bukan sekadar pelatihan kerja teknis, tetapi merupakan pendorong inovasi dan kolaborasi global.
"ICASVI tahun ini tidak hanya menghadirkan akademisi dan praktisi, tetapi juga mitra industri dari luar negeri yang membawa perspektif baru terhadap kebutuhan vokasi global," ujarnya.
Pakar Sejumlah Negara

www.unesa.ac.id
ICASVI 2025 menghadirkan lima pembicara utama dari berbagai negara dan bidang keahlian. Pertama, Wikan Sakarinto, Direktur Politeknik Mitra Industri dan Founder Akademi Inovasi Indonesia (AII) yang menyampaikan tentang “Project-Based Learning, Teaching Factory: Concept and Implementation.”
Kedua, Beny Bandanadjaja, S.T., M.T. Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemendiktisaintek RI memaparkan materi “Transforming Skills into Impact: Advancing Vocational Innovation for a Sustainable Future.”
Ketiga, Shu-San Hsiau, Rektor National Central University (NCU) Taiwan memaparkan terkait “Development Strategy for Net Zero Emissions and Hydrogen Energy in Taiwan,”
Keempat, Sareena Hanim Hamzah; pakar dari Universiti Malaya, Malaysia menyampaikan tentang “Bridging Sustainability and Vocational Training: Innovative Approaches in Culinary Arts, Food Science, and Sports Industries.”
Kelima, Louie Benedict R. Ignacio dari University of Santo Tomas, Filipina, menyampaikan materi “Rethinking Governance for Sustainable Cities: Eco: Responsive Infrastructure and Mobility in the Philippines.”
Jalin Kerja Sama

www.unesa.ac.id
Sebagai bentuk kolaborasi Vokasi Unesa dengan industri, acara ini turut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dalam bidang pengembangan teknologi vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) baik dalam maupun luar negeri.
Melalui kemitraan tersebut, Unesa dan para mitra menyepakati bentuk kolaborasi yang meliputi; (1) Program pengembangan karier mahasiswa melalui seminar, pelatihan, mentoring, serta rekrutmen langsung oleh industri; (2) Pelatihan daring dan sertifikasi kompetensi untuk dosen dan tenaga kependidikan.
Lalu, (3) Pengembangan infrastruktur smart-classroom dan workshop vokasional; (4) Riset kolaboratif, pertukaran akademik, dan pameran budaya; (5) Penyelenggaraan konferensi, seminar, dan workshop bersama; (6) Dukungan terhadap promosi budaya, penguatan kehumasan, dan pengembangan pariwisata vokasional; (7) Kontribusi bersama dalam mendorong internasionalisasi Unesa menuju world-class university.
Tambahan, Unesa menjalin kerja sama vokasional secara global dengan pelaku DUDI seperti: Dora Group; Edutech Innovation; dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Beijing. Adapun sejumlah perusahaan dan pelaku industri nasional yang turut menjadi mitra kegiatan di antaranya: PT Baja Perkasa Sentosa; Arina Toyota; Safe Care; Aquviva, Bank BJB, dan Taman Pelajar; Gentala Institute dan Edutech Innovation. []
***
Reporter: Mochammad Ja’far Sodiq (FIP)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: