Universitas Negeri Surabaya

Selamat datang di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Berdiri sejak 1964, UNESA telah berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Kontak Kami:
Follow Us:

Unesa Dikunjungi Delegasi Pemerintah NSW Australia, Bahas Kerja Sama Akademik

bnr-arrow-1-1.png

Unesa.ac.id. SURABAYA— Peluang student exchange, kolaborasi riset, hingga program akademik menjadi bagian dari pembahasan dalam penjajakan kerja sama Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dengan New South Wales (NSW) Government Australia. Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperluas peluang pengalaman akademik internasional bagi mahasiswa, dosen, dan peneliti Unesa.

Pembahasan tersebut berlangsung dalam kunjungan NSW Government Australia ke Ruang 804 Gedung Rektorat Unesa, Kampus 2 Lidah Wetan, Rabu (16/9/2026). Sejumlah bentuk kolaborasi yang dibahas meliputi exhibition, student exchange, webinar, international conference, riset, dan pengembangan profesional.

Kasubdit International Engagement and Grants Unesa, Beni Setiawan mengatakan penjajakan tersebut menjadi bagian dari pengembangan jejaring internasional Unesa yang diharapkan dapat diterjemahkan ke dalam program yang memberikan manfaat langsung bagi civitas.

“Kami sangat tertarik untuk terhubung dengan universitas dan lembaga pendidikan di NSW. Harapannya diskusi ini menjadi dasar bagi komunikasi yang berlanjut dan hubungan yang lebih kuat untuk menciptakan peluang yang bermanfaat bagi Unesa maupun NSW Government,” jelasnya.

Peluang tersebut tidak hanya berkaitan dengan program akademik. Dalam pertemuan tersebut, NSW Government juga memaparkan berbagai bentuk dukungan bagi mahasiswa internasional yang menempuh studi di wilayah New South Wales.

Associate Director of NSW Government, Ms. Chenny menjelaskan dukungan tersebut diberikan sejak mahasiswa tiba di Australia. Salah satunya melalui airport support desk yang beroperasi selama 24 jam di sejumlah bandara, termasuk Bandara Sydney.

Layanan tersebut dapat membantu mahasiswa memperoleh informasi awal, termasuk mengenai transportasi. “Mengenai dukungan dari pemerintah negara bagian untuk mahasiswa internasional, kami memulainya bahkan sejak di bandara,” ucapnya.

Dukungan juga mencakup pro-bono legal support atau bantuan hukum bagi mahasiswa yang menghadapi persoalan hukum, serta dukungan kesejahteraan. Pemerintah NSW juga menyediakan program pendampingan untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi prospek karier.

“Terkait prospek karier, kami tidak bisa menjamin seratus persen mahasiswa pasti langsung mendapat pekerjaan. Tetapi kami mempersiapkan mereka semaksimal mungkin dan menghubungkan mereka dengan calon pemberi kerja,” tandasnya.

Untuk persoalan visa, Ms. Chenny menjelaskan bahwa kewenangan birokrasi tetap berada pada Pemerintah Federal Australia melalui Department of Home Affairs. Meski demikian, NSW Government terus memberikan dukungan kepada mahasiswa internasional melalui berbagai program bantuan yang tersedia.

Bagi Unesa, jejaring tersebut menjadi peluang untuk memperluas akses mahasiswa dan sivitas akademika terhadap pengalaman akademik internasional. Pengembangan kerja sama internasional tersebut juga diarahkan untuk memperkuat jejaring akademik Unesa secara berkelanjutan. ][

***

Reporter: Medina Azzahra (FBS)

Editor: @zam*

Foto: Tim Humas Unesa