
Unesa.ac.id. SURABAYA—Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menerima kunjungan resmi dari The Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Special Educational Needs (SEAMEO SEN) Malaysia di Ruang 801 Lantai 8 Gedung Rektorat Unesa, Kampus II Lidah Wetan, Surabaya, pada Selasa, 7 Juli 2026.
Pertemuan delegasi antarnegara ini difokuskan untuk mewujudkan tindak lanjut konkret dari nota kesepahaman (MoU) yang telah disepakati sebelumnya, khususnya dalam penguatan ekosistem pendidikan inklusif dan disabilitas di kawasan Asia Tenggara.
Direktur SEAMEO SEN, Puan Jamila binti Kadir, menyoroti ketertarikannya yang besar terhadap Disability Innovation Center (DIC) milik Unesa yang dinilai sangat inovatif dan telah berstatus sebagai Center of Excellence (CoE).
Pihaknya berencana menjadikan DIC Unesa sebagai salah satu rujukan utama untuk dihubungkan dengan pusat riset di Malaysia, sekaligus mempromosikannya kepada 26 pusat SEAMEO lainnya di seluruh Asia Tenggara.
Selain inovasi fasilitas, kolaborasi strategis lain yang ditargetkan adalah riset terapan di bidang ilmu keolahragaan (sport science) bagi atlet paralimpiade junior. Ia melihat adanya relevansi keunggulan Unesa dengan kebutuhan kementerian di Malaysia.
Ia berharap bisa duduk bersama mengkaji literatur yang ada dan berkolaborasi menghasilkan riset-riset taktis yang langsung bisa dipraktikkan, sehingga hasil riset tersebut bisa berdampak.

“Kami datang untuk melihat langsung inovasi DIC di lapangan, menjajaki riset bersama, serta menindaklanjuti kebutuhan pelatihan untuk guru-guru dan program sarjana pendidikan inklusif ke depannya,” ujar Puan Jamila.
Langkah ini selaras dengan rencana Kementerian Pendidikan Malaysia yang sedang merancang sekolah menengah olahraga khusus pertama di dunia bagi atlet junior paralimpiade, yang memerlukan dukungan kajian mendalam terkait pemenuhan gizi seimbang.
Untuk memastikan seluruh target kolaborasi ini dapat segera dieksekusi, SEAMEO SEN membawa serta jajaran tim inti yang meliputi ahli di bidang pelatihan, manajemen, serta riset dan inovasi.
Pertemuan ini juga sekaligus memperkuat posisi Unesa sebagai jembatan riset antara Malaysia dan Indonesia, berkaca pada kesuksesan sinergi riset tahun sebelumnya yang terlaksana melalui pendampingan akademisi Unesa dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Merespons paparan tersebut, Staf Ahli Rektor Unesa, Sujarwanto menyampaikan bahwa Unesa berkomitmen penuh mendukung implementasi program bersama secara berkelanjutan, khususnya pada penguatan kapasitas sumber daya manusia.
Sebagai wujud nyata dari komitmen inklusivitas tersebut, Unesa secara terbuka menawarkan perluasan program beasiswa penuh bagi penyandang disabilitas di kawasan ASEAN melalui jaringan SEAMEO SEN.

“Kami siap menerima calon mahasiswa disabilitas, melalui kerja sama ini kami siapkan skema beasiswa beserta fasilitas asrama; baik untuk jenjang S-1 selama 4 tahun, S-2 Pendidikan Luar Biasa, hingga S-3 Pendidikan Inklusif,” ucap guru besar Unesa tersebut.
Pihaknya menambahkan bahwa ekosistem inklusif Unesa sudah sangat matang karena didukung oleh fasilitas kelas terintegrasi di Lab School (TK hingga SMA) serta adanya kebijakan pengangkatan pegawai kampus dari kalangan penyandang disabilitas.
Sebagai resolusi dari pertemuan strategis tersebut, Unesa dan SEAMEO SEN Malaysia resmi menyepakati sejumlah agenda komprehensif, meliputi pelaksanaan publikasi ilmiah bersama, penyelenggaraan konferensi internasional, serta program summer camp.
Di samping itu, sinergi ini juga berfokus pada peningkatan kapasitas pendidik melalui pengembangan modul pelatihan guru yang membahas topik-topik krusial, seperti pendidikan seksualitas bagi anak berkebutuhan khusus, aksesibilitas anak, dan penanganan wicara untuk autisme.
Rangkaian komitmen bersama ini diharapkan mampu mengukuhkan posisi Unesa dan SEAMEO SEN dalam memajukan mutu pendidikan khusus di tingkat regional.][
***
Reporter: Tarisa Adistia (FBS)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa






