Universitas Negeri Surabaya

Selamat datang di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Berdiri sejak 1964, UNESA telah berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Kontak Kami:
Follow Us:

Unesa dan GonGun N Friends Suguhkan Pertunjukan Musik Kolaborasi Nada Lintas Rasa

bnr-arrow-1-1.png

Unesa.ac.id. SURABAYA—Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) dan komunitas GonGun N Friends menjalin kolaborasi pertunjukan musik yang memadukan instrumen gamelan dan aransemen kontemporer di Graha Sawunggaling, Kampus II Lidah Wetan, Surabaya, pada Rabu, 30 September 2026.

Pementasan ini menyuguhkan enam repertoar dengan mempertemukan pendekatan musik organik masyarakat serta eksplorasi akademis melibatkan dosen dan mahasiswa Unesa.

Pusat Unggulan Iptek Seni Budaya Majapahitan (PUISBM) Unesa, Trisakti menyampaikan kekagumannya terhadap kreasi mahasiswa FBS dan GonGun N Friends. 

Guru besar FBS Unesa itu menekankan bahwa perjumpaan antara seniman organik dan akademisi merupakan momentum penting dalam memperkaya khazanah estetika seni pertunjukan di Indonesia.

Maestro musik etnik sekaligus penggagas GonGun N Friends, Gondrong Gunarto, menjelaskan bahwa kolaborasi ini didasari atas kesamaan visi untuk mengolah peninggalan tradisi lokal agar memiliki daya pikat bagi masyarakat luas tanpa kehilangan identitas aslinya.

"Modal utama kami adalah gamelan dan tradisi. Kami meramu peninggalan tradisi lokal yang sangat khas ini agar bisa terus hidup, komunikatif, dan dinikmati oleh lintas generasi," ujar Gondrong Gunarto.

Sejalan dengan hal itu, dosen seni musik Unesa, Joko Winarko (Joko Porong), menekankan bahwa kolaborasi ini menjadi bukti bahwa ilmu seni di perguruan tinggi tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi harus membumi dan merespons perkembangan zaman.

"Lingkungan akademis menuntun kita untuk menggali bagaimana kesenian tradisional bertransformasi secara komunikatif di tengah masyarakat. Kolaborasi ini membuktikan tanggung jawab akademisi dalam merawat tradisi," tegas Joko Porong.

Ketua Pelaksana, Ramza Sulistya Atmaja, mengungkapkan bahwa enam repertoar yang ditampilkan telah melalui proses kurasi ketat guna memastikan kualitas penyajiannya.

Eksplorasi bunyi dalam pertunjukan ini sukses memanjakan penonton dengan memadukan alat musik etnik tradisional dan aransemen kontemporer.][

***

Reporter: Dinda Aulia Maharani (FBS)

Editor: @zam*

Foto: Tim Humas Unesa