
Unesa.ac.id., SURABAYA—Persaingan dunia kerja tidak lagi hanya ditentukan oleh ijazah. Pengalaman proyek, sertifikasi kompetensi, serta kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan industri global kini menjadi nilai tambah yang semakin dibutuhkan lulusan perguruan tinggi. Untuk memperluas kesempatan tersebut, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menjajaki kerja sama dengan Control Union Academy Indonesia dalam pengembangan pelatihan kompetensi dan sertifikasi yang terhubung dengan kebutuhan dunia industri.
Penjajakan tersebut berlangsung melalui pertemuan antara Unesa Global Engagement (UGE) dan Control Union Academy Indonesia di Gedung Rektorat Kampus II Lidah Wetan, Selasa, 28 Juli 2026. Pertemuan dihadiri Direktur UGE, Direktur LPSP, Kepala BPPG, Direktur Kemahasiswaan dan Alumni, serta delegasi Control Union Academy Indonesia.
Dalam paparannya, Senior Business Development Control Union Academy Indonesia, Muhammad Rifki, menjelaskan bahwa lembaganya merupakan bagian dari jaringan global yang telah beroperasi sejak 1920 di bidang pengujian, inspeksi, dan sertifikasi industri. Dengan jangkauan di lebih dari 80 negara, lembaga tersebut mengembangkan pelatihan berbasis keberlanjutan (sustainability) yang mencakup aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi.
Menurutnya, kerja sama dengan perguruan tinggi diarahkan untuk memperkecil kesenjangan antara pembelajaran di kampus dengan kebutuhan dunia kerja melalui keterlibatan praktisi industri dalam proses pembelajaran.
"Kami hadir bukan sekadar sebagai penyedia pelatihan, tetapi menjadi fasilitator yang menjembatani keunggulan akademik dengan kebutuhan dunia industri, mulai dari sektor pariwisata, tekstil, hingga energi terbarukan," ujarnya.
Melalui skema Integrated Curriculum Model, mahasiswa dirancang tidak hanya memperoleh pengalaman belajar berbasis proyek bersama praktisi industri, tetapi juga memiliki kesempatan memperoleh sertifikat kompetensi yang diakui dunia kerja bahkan sebelum menyelesaikan studi.
Program tersebut mendapat perhatian Unesa karena dinilai sejalan dengan upaya kampus menyiapkan lulusan yang adaptif terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan industri. Direktur Unesa Global Engagement (UGE), Muchamad Arif Al Ardha, menilai percepatan perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan transformasi industri menuntut mahasiswa menjadi pembelajar sepanjang hayat (lifelong learner) yang terus meningkatkan kompetensi.
"Kolaborasi pelatihan seperti ini dibutuhkan untuk meningkatkan daya saing sivitas akademika agar siap mengubah berbagai tantangan zaman menjadi peluang strategis di masa depan," katanya.

Sebagai langkah awal, Unesa merencanakan program pelatihan kepada sekitar 7.000 mahasiswa penerima beasiswa dari berbagai skema. Direktur Kemahasiswaan dan Alumni Unesa, Muhammad Sholeh, menjelaskan bahwa kelompok tersebut dipilih sebagai pilot project sebelum program diperluas kepada mahasiswa lainnya.
"Harapannya, uji coba ini dapat menjadi model yang terukur sebelum nantinya direplikasi secara lebih luas kepada seluruh mahasiswa," ujarnya.
Peluang kolaborasi juga terbuka bagi mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG). Kepala BPPG Unesa, Fatkur Rohman Kafrawi, melihat sertifikasi berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) berpotensi menjadi nilai tambah bagi calon guru melalui Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) maupun sertifikat kompetensi tambahan.
Menurutnya, guru masa depan tidak hanya dituntut menguasai pedagogi, tetapi juga memiliki wawasan mengenai pembangunan berkelanjutan sehingga lebih siap menghadapi tantangan pendidikan yang terus berkembang.
Dari sisi implementasi, Kepala LPSP Unesa, Maspiyah, menyatakan kesiapan lembaganya untuk mengintegrasikan program tersebut dengan sistem sertifikasi kompetensi yang telah berjalan di Unesa. Saat ini, LPSP menaungi 36 skema sertifikasi kompetensi yang dapat menjadi fondasi pengembangan pelatihan lintas disiplin bagi mahasiswa dari 163 program studi sarjana.
Pertemuan tersebut menghasilkan kesepahaman awal untuk melanjutkan pembahasan pada tingkat teknis melalui penyusunan nota kesepahaman (MoU) sekaligus pematangan skema uji coba pelatihan yang direncanakan dilaksanakan dalam waktu dekat.][
***
Reporter: Tarisa Adistia (FBS)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa






