
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id., SURABAYA—Belajar tidak hanya tentang memahami materi, tetapi juga merasakan, mengalami, dan menikmati prosesnya. Semangat itulah yang dihadirkan dalam kegiatan gelar karya mahasiswa Pendidikan Luar Biasa (PLB) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bertajuk “Fun Exhibition: Eduvision Shaping Accessible Learning” pada Rabu, 17 Desember 2025 di Auditorium O6 FIP Unesa, Kampus II Lidah Wetan.
Pameran ini menampilkan karya mahasiswa PLB angkatan 2024 dan 2022 mata kuliah media pembelajaran dan bina gerak yang dirancang sebagai media dan alat pembelajaran inklusif, kreatif, serta ramah bagi anak berkebutuhan khusus.
Koordinator Program Studi S1 PLB Unesa, Khofidotur Rofiah menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang penyelesaian tugas akhir mahasiswa, melainkan juga sarana pembelajaran berdampak bagi masyarakat.
“Harapannya kegiatan ini memberikan dampak bagi masyarakat, bukan hanya menyelesaikan tugas kuliah. Produk terbaik nanti akan dipajang di laboratorium PLB dan bisa disumbangkan ke sekolah terdekat. Semoga kegiatan ini terus menginspirasi, kreatif, dan memberi manfaat bagi kita semua,” jelasnya.

www.unesa.ac.id
Ketua pelaksana kegiatan, Vivi Kurnia Herviani menambahkan kegiatan ini bagian dari Ujian Akhir Semester (UAS) berbasis proyek atau ujian berdampak. Pameran terdiri dari dua angkatan dengan lima kelas yang terlibat yakni terdapat 38 booth media pembelajaran dan produk inovatif mahasiswa.
“Pameran ini untuk umum, semua bisa mengunjungi ada 28 media pembelajaran dari angkatan 2024 dan 10 produk inovatif dari mata kuliah bina gerak oleh angkatan 2022. Harapannya, setelah kegiatan ini mahasiswa memiliki wawasan yang lebih luas terkait referensi media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak-anak penyandang disabilitas,” ungkap dosen PLB Unesa tersebut.
Sementara itu, dosen pengampu mata kuliah Bina Gerak ABK, Sujarwanto menjelaskan bahwa mata kuliah ini mengkaji problem dan intervensi terkait kemampuan motorik halus dan motorik kasar pada anak berkebutuhan khusus.
“Sebelum membuat produk inovatif, mahasiswa melakukan observasi dan asesmen lapangan, kemudian merancang program serta menciptakan alat atau media yang sesuai. Produk yang dihasilkan tidak berhenti pada pameran, tetapi diberikan dan dimanfaatkan langsung kepada anak-anak yang menjadi subjek asesmen. Inilah yang disebut mata kuliah berdampak,” tegasnya.
Salah satu karya menarik dari angkatan 2024, Ziya Ghaida Safrina bersama timnya menciptakan Smart Box for Autism. Ia menjelaskan media pembelajaran yang diciptakan berbentuk kotak berisi empat papan dengan materi yang berbeda-beda. Seperti mengenal kegiatan sehari-hari, bangun datar dan berhitung sederhana, mengenal rasa, emosi, serta membedakan perilaku baik dan buruk.

www.unesa.ac.id
Ziya menyebut media ini telah diimplementasikan di SLB Purna Yuda Bhakti, Surabaya. Hasilnya, anak autis yang menjadi subjek observasi menunjukkan respon positif, khususnya dalam mengenal kegiatan sehari-hari.
“Media ini bisa membantu anak autis memahami berbagai aspek kehidupan sosial dan aktivitas sehari-hari. Media yang kami buat ke depan akan kita salurkan ke sekolah yang telah kami observasi,” ucapnya.
Inovasi lainnya ditampilkan mahasiswa angkatan 2022 mata kuliah Bina Gerak, Alifiah Azzahra, melalui produk Balance Buddy. Alat ini dirancang untuk melatih kemampuan berdiri, keseimbangan, postur tubuh, serta stimulasi sensori anak berkebutuhan khusus.
Balance Buddy dilengkapi papan keseimbangan, rangka belajar berdiri, handgrip, dan papan sensori. Anak bisa belajar motorik kasar, motorik halus, keseimbangan, dan postur tubuh secara bersamaan.
Untuk meningkatkan aspek keamanan, inovasi ini dilengkapi dengan sistem harness dan dudukan penyangga, yang berfungsi sebagai pelindung ketika anak kehilangan keseimbangan atau mengalami jatuh, tanpa membatasi kebebasan geraknya.
“Produk ini dirancang untuk anak dengan berbagai kebutuhan khusus, seperti cerebral palsy dan gangguan motorik lainnya dan rencana kami akan diimplementasikan di sekolah serta tempat terapi,” tegas Azzahra. ][
***
Reporter: Mochammad Ja’far Sodiq (FIP)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: