
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id., SURABAYA— Dalam upaya memperkuat kompetensi dan karakter pegawai, Direktorat Sumber Daya Manusia (DSDM) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyelenggarakan Diklatsar Calon Tenaga Kependidikan Tetap Gelombang 1 dan 2 Tahun 2026 yang berlangsung mulai Rabu hingga Jumat, 17-19 Juni 2026, di Gedung Rektorat Kampus II Lidah Wetan.
Kegiatan ini menjadi upaya Unesa dalam meningkatkan pemahaman pegawai terhadap tugas pokok, fungsi, dan tanggung jawab sesuai dengan jabatan yang diemban. Selain itu, diklatsar ini merupakan yang pertama kali digelar Unesa bagi calon tenaga kependidikan tetap atau TKT.
Kegiatan tersebut dibuka Rektor Unesa, Nurhasan atau yang akrab disapa Cak Hasan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa diklat ini merupakan persyaratan wajib yang harus diikuti peserta sebelum diangkat penuh. Ia pun meminta jajaran terkait untuk menyelenggarakan klinik bahasa serta workshop pemanfaatan AI guna meningkatkan kompetensi tenaga kependidikan.

www.unesa.ac.id
“Melalui latsar ini, para pegawai diharapkan dapat memahami berbagai aspek dan aktivitas yang ada di Unesa, serta tenaga kependidikan juga mampu beradaptasi di tengah dinamika dan ketidakpastian global,” paparnya.
Wakil Rektor II Bidang Hukum, Ketatalaksanaan, Keuangan, Sumber Daya, dan Usaha, Bachtiar Syaiful Bachri menuturkan bahwa penguatan kapasitas tenaga kependidikan harus terus dilakukan agar mampu menjawab kebutuhan dan dinamika yang terus berkembang.
“Unesa terus bertransformasi menuju kampus bertaraf dunia atau world class university. Transformasi ini perlu didukung perubahan cara pandang dan cara kerja sumber daya manusia lembaga dalam hal ini dosen dan tendik,” ucapnya.

www.unesa.ac.id
Ia menekankan bahwa, kekayaan lembaga bukan pada aset yang banyak, unit usaha yang banyak, atau pada pendapatan yang banyak, tetapi kekayaan lembaga ada pada sumber daya manusianya. “Saya percaya SDM Unesa adaptif, tangguh, dan inovatif,” ucapnya.
Direktur (SDM) Unesa, Mohamad Sulton Arifin menuturkan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh 118 peserta yang beralih status dari tenaga kerja waktu tertentu (TKWT) menjadi TKT. “Semoga kegiatan ini menghasilkan SDM Unesa yang unggul, profesional, dan berintegritas,” ujarnya.

www.unesa.ac.id
Ia berpesan kepada peserta agar memperhatikan dan menyimak baik-baik materi yang disampaikan selama kegiatan. Tidak lupa, ia juga menekankan agar peserta atau pegawai selalu meningkatkan kedisiplinan, dan mematuhi berbagai aturan di lingkungan kerjanya masing-masing.
Selama pelatihan, sejumlah para peserta mendapat banyak wejangan dari jajaran pimpinan yang menjadi narasumber. Pun, ada narasumber dari pihak eksternal. Salah satu narasumber hari pertama, Prof. Setya Yuwana Sudikan, Ketua Senat Akademik Unesa (SAU) memaparkan materi tentang Tata Kelola dan Budaya Akademis di Unesa.
Ia menuturkan bahwa tenaga kependidikan harus responsif, beretos kerja tinggi, dan memberikan pelayanan yang ramah kepada civitas akademika. Guru besar Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) itu berpesan kepada peserta agar benar-benar bekerja dan memberikan kinerja terbaik untuk Unesa. ‘Jangan hanya mencari hidup di Unesa, tetapi hidupi Unesa, maksudnya beri kontribusi terbaik yang berdampak bagi lembaga,’ ucapnya. ][
***
Reporter: Ahmad Daffa F. (FT)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: