
Unesa.ac.id. SURABAYA— Pemulihan pascabencana tidak hanya membutuhkan bantuan logistik, tetapi juga memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan. Di wilayah Reo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Universitas Negeri Surabaya (Unesa) memberikan pelayanan kesehatan kepada sekitar 100 warga terdampak bencana, dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi keluhan yang paling banyak ditemukan.
Pelayanan tersebut menjadi bagian dari program Unesa Peduli Bencana yang berlangsung pada 3–7 September 2026 di wilayah terdampak bencana NTT dengan pusat kegiatan di Posko Manggarai. Program ini melibatkan tim lintas bidang Unesa melalui layanan kesehatan, pendampingan psikososial, pendidikan darurat, serta distribusi bantuan kemanusiaan.
Ketua tim layanan kesehatan Unesa, dr. Rizky Patria Nevangga, mengatakan layanan medis difokuskan untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap pemeriksaan dan penanganan kesehatan di tengah keterbatasan fasilitas pascabencana.
“Posko kesehatan menjadi tempat masyarakat mendapatkan pemeriksaan awal, konsultasi, hingga penanganan keluhan kesehatan yang muncul selama masa pemulihan. Banyak masyarakat mengalami keluhan ISPA sehingga menjadi salah satu perhatian utama tim di lapangan,” ujarnya.
Layanan diberikan melalui pemeriksaan kesehatan dasar, konsultasi medis, penanganan awal, hingga pemantauan kondisi pasien. Pelayanan dilakukan oleh dr. Rizky Patria Nevangga bersama dr. Allia Fitrah Amarra, dengan dukungan Roby Kurniawan Firdausi, mahasiswa Program Studi S1 Kedokteran Fakultas Kedokteran Unesa.
Intervensi kesehatan juga diperluas pada kelompok ibu dan anak. Unesa turut memperkuat kapasitas tenaga kesehatan lokal melalui diskusi dan refreshing keilmuan bersama para bidan di wilayah Reo.

Pembahasan mencakup penanganan kegawatdaruratan obstetri dan neonatal, deteksi dini kehamilan berisiko, serta penguatan sistem rujukan. Penguatan tersebut diarahkan agar pelayanan bagi ibu hamil, ibu melahirkan, dan bayi tetap berjalan selama masa tanggap darurat.
Dukungan terhadap layanan kesehatan lokal juga dilakukan melalui penyerahan bantuan peralatan medis. Bersama POGI dan IDI, Unesa menyerahkan dua set instrumen partus, lima partus set, 10 partus pack, serta satu unit doppler fetal. Bantuan tersebut dilengkapi obat-obatan dan logistik pendukung operasional posko kesehatan.
Ketersediaan peralatan dan obat-obatan membantu tenaga kesehatan di Reo mempertahankan pelayanan medis selama proses pemulihan berlangsung. Dukungan tersebut menjadi bagian penting untuk menjaga agar kebutuhan kesehatan masyarakat tetap dapat terpenuhi setelah bencana.
Langkah pemulihan kemudian diarahkan pada penguatan fasilitas layanan kesehatan. Unesa bersama pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan pemangku kepentingan melakukan diskusi mengenai revitalisasi Puskesmas Reo. Pembahasan mencakup pemulihan fasilitas kesehatan, penguatan jejaring pelayanan melalui lima Pustu dan enam Polindes, serta pemenuhan sarana dan prasarana pendukung.
Rangkaian intervensi tersebut menunjukkan bahwa pemulihan kesehatan pascabencana tidak berhenti pada penanganan warga yang sakit. Layanan langsung kepada masyarakat berjalan bersamaan dengan penguatan tenaga kesehatan, dukungan peralatan medis, serta pembahasan pemulihan fasilitas dan jejaring pelayanan di tingkat lokal. ][
***
Reporter: Puput
Editor: @zam*
Foto: Tim FK Unesa






