Universitas Negeri Surabaya

Selamat datang di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Berdiri sejak 1964, UNESA telah berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Kontak Kami:
Follow Us:

Terima Hibah Teknologi Pertanian dari Mentan, Wisudawan Unesa Siap Kembangkan Potensi Pertanian di Desanya

bnr-arrow-1-1.png

Unesa.ac.id., SURABAYA— Wisudawan Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Hasan Ridho Abdillah menerima hibah teknologi pertanian dari Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman sebagai dukungan bagi generasi muda untuk terlibat dalam pengembangan sektor pertanian. Hibah berupa traktor dan seperangkat alat pendukung tersebut diterima Hasan saat Wisuda ke-121 Unesa di Graha Unesa, Kampus II Lidah Wetan, Surabaya, Rabu (12/8/2026).

Mentan Amran menyampaikan, lulusan perguruan tinggi memiliki peluang karier yang luas, tidak hanya melalui dunia industri, tetapi juga dengan mengambil peran di sektor pertanian. Menurutnya, generasi muda yang memiliki minat di bidang pertanian perlu mendapat dukungan dan didorong untuk mengembangkan potensinya.

“Anak muda yang memiliki minat di bidang pertanian perlu didukung dan didorong, salah satunya melalui hibah berupa alat pertanian ini. Anda sekarang lulus langsung kerja, minta petunjuk, saya kirim alatnya,” ucap Amran saat berdialog dengan Hasan.

Hasan yang merupakan wisudawan Program Studi S-1 Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Unesa, maju ke panggung dan menerima langsung bantuan tersebut dari Mentan. Pemberian alat itu menjadi bentuk apresiasi sekaligus dorongan agar generasi muda dapat mengambil bagian dalam pengembangan sektor pertanian.

Bagi Hasan, kesempatan tersebut menjadi pengalaman yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Ia mengaku sempat merasa bingung karena teknologi pertanian yang diterimanya merupakan hal baru.

Namun, arahan Mentan agar alat tersebut dipelajari dan dimanfaatkan mendorong Hasan untuk menerima kesempatan tersebut sekaligus mulai mengenal teknologi pertanian secara lebih serius.

“Berkat arahan dari Pak Menteri, alat ini menjadi kesempatan baru bagi saya untuk mengenal dan mengembangkan teknologi pertanian dan itu memang minat saya dari awal,” ujarnya.

Ketertarikan Hasan terhadap sektor pertanian tidak terlepas dari lingkungan tempat tinggalnya di Wonoayu, Sidoarjo, yang masih memiliki kawasan pertanian cukup luas. Ia melihat perubahan wilayah akibat perkembangan industri menjadi tantangan tersendiri bagi keberlangsungan lahan pertanian.

Kondisi tersebut membuat Hasan menilai pemanfaatan teknologi dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga sektor pertanian tetap memiliki daya saing. Karena itu, hibah alat pertanian tersebut menjadi kesempatan baginya untuk mempelajari teknologi sekaligus membuka peluang berkontribusi di sektor pertanian.

Ke depan, Hasan ingin memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengembangkan diri sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat. Pengalaman dan teknologi pertanian yang diterimanya diharapkan dapat menjadi bekal untuk membuka peluang karier sesuai minatnya.

Di balik kesempatan tersebut, perjalanan Hasan hingga menyelesaikan pendidikan juga penuh perjuangan. Ia tumbuh dengan nilai kemandirian setelah kehilangan kedua orang tuanya. Sang ayah meninggal pada 2014, sedangkan ibunya wafat akibat penyakit kanker payudara yang telah lama diderita.

Selama menempuh perkuliahan, Hasan aktif mengembangkan diri melalui berbagai kegiatan serta berhasil meraih beasiswa dan sejumlah prestasi nonakademik. Kini, setelah menyelesaikan pendidikan, ia mendapat kesempatan baru untuk mengenal teknologi pertanian dan mengembangkan potensinya di sektor yang selama ini dekat dengan lingkungan tempat tinggalnya. ][

***

Reporter: Erlina Dwi Hidayanti (FBS)

Editor: @zam*

Foto: Tim Humas Unesa