
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id. SURABAYA—Sebanyak 25 pelajar berprestasi dari berbagai daerah resmi dinyatakan lolos Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui jalur Golden SNBP 2026. Didampingi orang tua, para peserta tersebut hadir langsung menerima sertifikat tanda kelulusan yang diserahkan pimpinan di Rektorat Unesa, Kampus II Lidah Wetan, pada Kamis, 2 April 2026.
Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni, Martadi menjelaskan bahwa 25 peserta yang lolos merupakan hasil seleksi ketat yang dilakukan dari total 1.577 pendaftar jalur tersebut. Dari total pendaftar tersebut, sebanyak 670 peserta dinyatakan eligible atau memenuhi syarat. Setelah melalui proses seleksi, 25 peserta terbaik dinyatakan lolos.
“Jalur seleksi golden ticket untuk kategori SNBP ini ternyata diminati banyak peserta. Semangat kami yaitu memberikan kesempatan masuk PTN kepada generasi terbaik daerah,” ucap Guru Besar Teknologi Pembelajaran Seni Budaya Unesa itu.
Para peraih Golden SNBP ini tersebar di 13 program studi dan berasal dari 22 sekolah berbeda. Mereka memiliki latar belakang prestasi di empat bidang utama, yakni akademik, olahraga, seni, dan keagamaan.
“Peserta yang diterima mendapatkan beasiswa berupa pembebasan biaya pendidikan atau UKT selama delapan semester. Para peserta juga mendapatkan program pembinaan berkelanjutan agar prestasinya meningkat, dan kemampuannya terus berkembang,” tambahnya.
Kepala Subdirektorat Admisi Unesa, Sukarmin menambahkan bahwa aspek utama dalam kelulusan jalur ini adalah verifikasi sertifikat juara tingkat nasional maupun internasional dari lembaga resmi.

www.unesa.ac.id
"Banyak sekali pendaftar dengan prestasi membanggakan. Namun, kami harus memilih yang paling bagus dan kompetitif untuk mendapatkan kesempatan kuliah melalui jalur ini. Jalur ini menjadi langkah awal Unesa dalam membina dan mengembangkan talenta unggul di berbagai bidang," jelasnya.
Salah satu peserta yang lolos, Amelia Suryani Putri dari MAN 1 Madiun, menyampaikan rasa syukurnya bisa menembus S-1 Teknik Elektro melalui jalur ini. Gadis yang pernah meraih juara 1 robotik internasional di Singapura ini merasa sangat terbantu dengan fasilitas bebas UKT yang diberikan.
"Ini motivasi besar bagi saya untuk terus berprestasi dan membuktikan bahwa perempuan juga bisa unggul di bidang teknologi. Saya akan terus meningkatkan prestasi dan kemampuan saya, di tambah lagi nantinya ada program pendampingan dari kampus,” ungkapnya.
Rasa bangga juga disampaikan Mujiono, orang tua Amelia. Ia merasa sangat terbantu secara ekonomi karena putrinya kini bisa menempuh pendidikan tinggi negeri tanpa beban biaya kuliah.
Ia berharap, dengan beasiswa dan program pendampingan yang didapatkan, anaknya bisa fokus untuk terus belajar dan mengasah kemampuannya. Juga, bisa membanggakan orang tua, dan almamater di berbagai kompetisi tingkat nasional dan internasional ke depan.
Kegiatan ini ditandai dengan penandatanganan pakta integritas sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab penerima beasiswa dalam mengembangkan prestasi selama menempuh pendidikan, serta diwarnai unjuk kemampuan dari para peserta yang lolos Golden SNBP. ][
***
Reporter: Mochamad Ja'far Sodiq (FIP)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: