
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id. SURABAYA—Sistem pengelolaan profesi guru di Indonesia bersiap memasuki fase standardisasi yang lebih akuntabel dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Langkah penguatan mutu secara kolektif tersebut menjadi fokus utama dalam Workshop Moda Pembelajaran dan Tata Kelola Keuangan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Nasional yang berlangsung pada 11–12 Juli 2026 di Mercure Grand Mirama Surabaya.
Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bertindak sebagai tuan rumah dalam agenda yang diinisiasi Forum Penyelenggara PPG Nasional (FPPPN) dan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) itu. Pertemuan yang berlangsung selama dua hari ini menjadi ruang koordinasi berskala besar yang dihadiri perwakilan 168 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) penyelenggara PPG, baik negeri maupun swasta seluruh Indonesia.
Rektor Unesa, Nurhasan atau yang akrab disapa Cak Hasan, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Ditjen GTK kepada Unesa untuk mengawal forum kelembagaan ini. Menurutnya, penyelarasan persepsi antar-LPTK sangat krusial agar kualitas lulusan guru profesional dapat terjamin secara merata di berbagai daerah.
"Peningkatan kualitas penyelenggaraan PPG membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan agar mampu menghasilkan guru profesional yang berdampak bagi kemajuan pendidikan nasional. Melalui forum ini, seluruh LPTK diharapkan dapat memperkuat kolaborasi, berbagi praktik baik (best practice), serta terus melakukan penyempurnaan kurikulum PPG agar selaras dengan kebutuhan sekolah, peserta didik, dan perkembangan zaman," ujar Cak Hasan.

www.unesa.ac.id
Jamin Pemerataan dan Kualitas Guru
Direktur Pendidikan Profesi Guru, Ferry Maulana Putra menegaskan bahwa program PPG merupakan pilar prioritas kementerian dalam menjamin ketersediaan guru berkualitas. Saat ini, sekitar 90 persen guru di Indonesia telah memiliki sertifikat pendidik, dan sisa persentase yang belum tersertifikasi terus didorong untuk segera melengkapi kualifikasinya.
"Kunci utama negara maju adalah memiliki guru yang profesional dan sejahtera. Karena itu, kualitas penyelenggaraan PPG harus terus ditingkatkan. Kami juga mengingatkan seluruh LPTK agar menjalankan tata kelola program secara transparan, akuntabel, dan sesuai regulasi, termasuk tidak melakukan pungutan dalam bentuk apa pun kepada mahasiswa peserta PPG," paparnya.
Pihaknya juga meminta setiap penyelenggara melakukan monitoring dan evaluasi ketat terhadap kinerja dosen, instruktur, maupun guru pamong agar hak-hak mahasiswa terpenuhi secara adil melalui pengawasan internal yang sehat.

www.unesa.ac.id
Sementara itu, Kepala Badan Pendidikan Profesi Guru (BPPG) Unesa sekaligus Ketua Forum Penyelenggara PPG Nasional, Fatkur Rohman Kafrawi menjelaskan bahwa selain persiapan teknis, fokus lokakarya ini juga diarahkan pada mitigasi risiko hukum dalam pengelolaan anggaran.
Untuk itu, panitia menghadirkan Koordinator Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sudarto, guna memberikan pembekalan regulasi administrasi yang transparan kepada para pengelola LPTK.
"Harapan kami, melalui LPTK yang berkualitas, guru yang telah mengikuti PPG dapat menjadi agen perubahan yang mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, prestasi peserta didik, dan kemajuan sekolah," urai Fatkur Rohman.
Diapresiasi Peserta dan Warga
Apresiasi terhadap pelaksanaan forum ini salah satunya datang dari Koordinator PPG Universitas Pattimura Ambon, Agustinus Ufie. Selaku perwakilan peserta dari wilayah timur Indonesia, ia menilai pembekalan regulasi keuangan dan materi inovasi digital berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) serta pemrograman (coding) yang dipaparkan oleh SEAMEO QITEP in Science (SEAQIS) memberikan wawasan baru yang sangat berharga untuk diterapkan di daerah.

www.unesa.ac.id
"Pembelajaran PPG di Unpatti sudah memiliki sistem yang baik. Yang perlu terus diperkuat adalah tata kelola keuangan. Karena itu, ini menjadi langkah yang sangat baik agar penyelenggaraan PPG semakin akuntabel," pungkasnya.
Rangkaian agenda nasional ini ditutup pada hari kedua dengan finalisasi program kerja Forum Penyelenggara PPG Nasional Tahun 2026 dan pelaksanaan Senam Guru Indonesia
(FGI) untuk penguatan kebugaran jasmani yang menjadi ciri khas Unesa. Senam tersebut tidak hanya diikuti peserta, tetapi juga melibatkan masyarakat sekitar.
Indarti, warga surabaya yang terlibat dalam SGI menuturkan bahwa senamnya menarik dan seru. Menurutnya, instrukturnya energik dan semangat. “Ternyata ini senam guru Indonesia. Kreatif, semoga bisa diterapkan di sekolah sekolah tentu ini menjadi trobosan agar generasi lebih sadar akan kesehatan dirinya,” tuturnya. ][
***
Reporter: Mochammad Ja’far Sodiq (FIP)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: