
Unesa.ac.id. SURABAYA—Dalam rangka penguatan tata kelola kelembagaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui Direktorat Sumber Daya Manusia (DSDM) menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Prajabatan Pegawai Tetap Luring Gelombang 5 dan 6 Tahun 2026 di Auditorium Lantai II Rektorat, Kampus II Lidah Wetan, Surabaya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian panjang pengembangan kompetensi SDM di lingkungan kampus ‘Rumah Para Juara.’ Skema pelatihan mencakup metode klasikal atau luring selama tiga hari, dilanjutkan dengan pembelajaran daring melalui sistem Learning Management System (LMS), dan dilanjutkan dengan penyusunan rencana dan pelaksanaan aktualisasi guna menjawab tantangan dan permasalahan di homebase masing-masing.
Selama diklat, peserta mendapat serangkaian materi yang disampaikan narasumber internal dan eksternal. Direktur SDM Unesa, M. Sulton Arifin menegaskan bahwa diklat ini adalah syarat wajib dan pokok bagi para calon dosen sebelum diangkat menjadi dosen tetap dengan hak gaji 100 persen.

"Diklat ini sangat penting karena menjadi persyaratan untuk promosi kenaikan jabatan fungsional, baik asisten ahli maupun lektor kepala. Tanpa kelulusan dalam program ini, mereka tidak dapat mengusulkan jabatan fungsional," tegasnya.
Kegiatan dibuka Rektor Unesa, Nurhasan atau Cak Hasan. Dalam sambutanya, Cak Hasan menekankan bahwa para peserta adalah putra-putri terbaik yang terpilih dari ribuan pelamar. Ia berpesan agar para dosen muda mampu menjadi pembelajar sepanjang hayat, peneliti, serta inovator yang tangguh dan mampu memajukan lembaga dan memberi dampak untuk masyarakat.
“Menjadi dosen itu tantangannya besar, selain menuntut punya kompetensi, juga dituntut menjadi teladan. Tugas kita bukan hanya mengajarkan ilmu, tetapi lebih dari itu yaitu mendidik generasi masa depan bangsa,” ucap Cak Hasan.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Hukum, Ketatalaksanaan, Keuangan, Sumber Daya, dan Usaha, Bachtiar Syaiful Bachri menjelaskan bahwa standarisasi melalui diklat ini bertujuan untuk menyamakan persepsi terhadap sistem kerja universitas, mulai dari aspek keuangan, hukum, hingga akademik.
Dengan pemahaman sistem yang matang, diharapkan tercipta efisiensi kerja yang tinggi di tiap unit kerja. "Harapan utamanya adalah terbangunnya sinergi, kolaborasi, dan komunikasi yang efektif di antara aparatur baru ini," tambahnya.

Peserta menyambut positif kegiatan ini, salah satunya Audika Briantari Zaen, dosen program studi Bisnis Digital yang sedang menempuh studi S-3 di ITS. Baginya, pembekalan ini sangat krusial dalam membantu proses adaptasi dengan birokrasi dan istilah-istilah baru dalam tata kelola perguruan tinggi.
"Aktivitas ini sangat membantu kami untuk memahami alur organisasi. Saya juga berencana mengimplementasikan metode pembelajaran interaktif yang lebih bermakna bagi mahasiswa, terinspirasi dari pengalaman saya saat mengikuti program pertukaran pelajar di Taiwan,” tuturnya.][
***
Reporter: Dinda Aulia (Internship)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa






