Universitas Negeri Surabaya

Selamat datang di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Berdiri sejak 1964, UNESA telah berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Kontak Kami:
Follow Us:

Resmi Diluncurkan, Unesa Village Award 2026 Perkuat Desa sebagai Lumbung Ekonomi Nasional

bnr-arrow-1-1.png

Unesa.ac.id. SURABAYA—Dalam rangka mendorong transformasi desa dari objek pembangunan menjadi subjek sekaligus sebagai lumbung produk dan inovasi nasional, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bekerja sama dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) resmi meluncurkan Unesa Village Award 2026 dalam Webinar Nasional Pengembangan Desa secara daring, pada Rabu (30/9/2026).

Peluncuran dihadiri Direktur Pengembangan Produk Unggulan Desa dan Daerah Tertinggal, Dewi Yuliani; Umi Hartatik, Assistant Vice President PT BRI (Persero) Tbk; Sudjatmiko, Anggota Komisi V DPR RI.

Ajang penghargaan nasional bertema “Desa Penggerak Ekonomi Indonesia” yang digagas Pusat Pengembangan Desa dan Daerah (Pusbangdesda) LPPM Unesa ini digelar untuk menegaskan posisi desa sebagai pusat produksi dan inovasi, bukan sekadar objek pembangunan.

Kepala Pusbangdesda LPPM Unesa, Mufarrihul Hazin, menjelaskan bahwa ajang ini dirancang untuk menjaring berbagai praktik baik (best practices) strategi pengembangan dan kemandirian desa di seluruh Indonesia.

"Desa adalah pusat inovasi, pusat produksi, sekaligus kekuatan utama ekonomi Indonesia. Lewat ajang ini, Unesa hadir mendampingi dan memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha," ucapnya.

Kepala LPPM Unesa, Muhammad Turhan Yani, menjelaskan bahwa desa memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah serta angkatan kerja yang besar sebagai basis produksi nasional yang potensial.

Ia menguraikan tiga instrument penting desa dalam menggerakan ekonomi, yaitu ketahanan pangan nasional, kemandirian finansial melalui BUMDes, serta pusat UMKM dan ekonomi kreatif.

 “Kolaborasi erat antara perguruan tinggi dan para pegiat desa untuk mewujudkan desa yang beradaptasi dengan tuntutan zaman agar tidak menjadi desa tertinggal,” jelasnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Pengembangan Produk Unggulan Desa dan Daerah Tertinggal Kemendes PDTT, Dewi Yuliani, memaparkan empat fokus utama pengembangan ekonomi desa, yakni revitalisasi BUMDes dan Koperasi Merah Putih, hilirisasi produk unggulan, pengembangan desa ekspor, serta peningkatan investasi desa.

"Pembangunan ekonomi desa membutuhkan sinergi kolaboratif lintas sektor, mulai dari akademisi, pemerintah, perbankan, media, hingga masyarakat guna menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan," ungkap Dewi Yuliani.

Selain pengembangan ekonomi desa, kegiatan ini juga membahas peran perbangkan sebagai penggerak ekosistem ekonomi desa yang disampaikan Umi Hartatik, dan penguatan ekosistem kebijakan dan pembangunan desa disampaikan Sudjatmiko.

Melalui Unesa Village Award 2026, Unesa membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi desa-desa di Indonesia untuk menampilkan keunggulan inovasi lokal sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat. ][

***

Reporter: Ahmad Daffa F. (FT)

Editor: @zam*

Foto: Tim Humas Unesa