
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id, SURABAYA – Putra Putri Unesa (PPU) kembali menggelar program pengabdian masyarakat bertajuk Rubika (Ruang Bicara Kita) sebagai upaya menumbuhkan kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi anak-anak.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 25 April 2026, di kawasan Pasar Burung Gg. Dolly, Surabaya, dengan melibatkan 35 anak berusia 5 hingga 12 tahun sebagai peserta.
Salah satu anggota PPU, Muhammad Ilham Fakhrudin dari S1 Psikologi angkatan 2025, menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai ruang aman bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri tanpa rasa takut.
Tujuannya adalah memberikan safe space agar mereka berani mengekspresikan diri, meningkatkan self-confidence, serta melatih kemampuan dasar public speaking melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan.
Program ini sekaligus menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pentingnya pengembangan soft skills sejak usia dini, terutama dalam hal komunikasi dan kepercayaan diri.
“Program kerja Rubika dilaksanakan dalam rangka pengabdian masyarakat yang berfokus pada pengembangan kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi anak-anak,” ujar Ilham.
Rangkaian kegiatan disusun secara bertahap untuk menciptakan suasana yang nyaman dan partisipatif. Kegiatan diawali dengan sesi permainan interaktif yang bertujuan membangun rasa percaya (trust) di antara peserta dan fasilitator.
Dalam sesi ini, anak-anak diajak untuk berani berinteraksi satu sama lain, sekaligus mengurangi rasa canggung yang kerap muncul di lingkungan baru.

www.unesa.ac.id
Setelah suasana mencair, kegiatan dilanjutkan dengan sesi open mic yang menjadi inti dari program ini. Pada sesi ini, anak-anak diberikan kesempatan untuk tampil di depan teman-temannya dengan menampilkan berbagai minat dan bakat, mulai dari bernyanyi, membaca puisi, hingga pertunjukan sederhana lainnya.
Menurut Ilham, sesi ini menjadi momentum penting dalam membangun rasa percaya diri anak. “Melalui open mic, mereka belajar untuk berani tampil, mengelola rasa gugup, dan merasa dihargai atas apa yang mereka tampilkan,” tambahnya.
Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan sesi circle notes sharing yang dikemas melalui media pohon harapan. Anak-anak diminta menuliskan perasaan, harapan, serta pengalaman mereka selama mengikuti kegiatan pada sticky notes, kemudian menempelkannya pada pohon harapan. Metode ini digunakan sebagai bentuk refleksi sekaligus simbol ekspresi diri peserta.
Melalui program Rubika, PPU Unesa berharap dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi perkembangan psikologis anak-anak, khususnya dalam membangun keberanian untuk berbicara dan mengekspresikan diri.
Program ini juga menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan ruang belajar yang inklusif dan menyenangkan di tengah masyarakat. [ ]
Penulis: Puput
Share It On: