Kode Prodi: 54319
SK: 1115/UN38/HK/2025
144 SKS
Informasi Program Studi
SK Selenggara
1115/UN38/HK/2025
SKS Lulus
144
Visi
- Menjadi Program Studi Sarjana Terapan yang Tangguh, Adaptif, dan Inovatif di Bidang Arsitektur Bangunan Gedung Berbasis Teknologi Konstruksi Digital dan Kewirausahaan untuk Mendukung Pembangunan Nasional pada Tahun 2035
Misi
- Penyelenggaraan Pendidikan Vokasi yang Adaptif
- Riset Terapan yang Inovatif dan Unggul
- Pengabdian Masyarakat yang Berkelanjutan
- Pengembangan Ekosistem Kewirausahaan (Entrepreneurship)
- Penguatan Tata Kelola dan Jejaring Strategis
Tujuan
- 1. Menghasilkan Lulusan yang Kompeten (Professional Excellence)
- 2. Mengembangkan Riset Terapan (Applied Research)
- 3. Membangun Sinergi Industri (Industrial Partnership)
- 4. Pengabdian Masyarakat Berbasis Keahlian (Community Service)
Profil Lulusan
- Praktisi Arsitektur Bangunan Gedung Berkelanjutan
Nilai Dasar
- 1. Technological (Melek Teknologi) Sebagai prodi vokasi di era industri 4.0, penguasaan teknologi adalah harga mati. Implementasi: Menjadikan Building Information Modeling (BIM) dan komputasi desain sebagai "bahasa" utama dalam setiap karya, bukan sekadar alat bantu.
- 2. Resilient (Tangguh & Disiplin) Dunia konstruksi penuh dengan tekanan fisik dan mental serta tenggat waktu (deadline) yang ketat. Implementasi: Membentuk mentalitas pejuang melalui sistem studio yang disiplin, ketelitian dalam detail teknis, dan ketahanan dalam kerja lapangan.
- 3. Adaptive (Adaptif) Kemampuan menyesuaikan diri dengan perubahan regulasi (seperti UU Bangunan Gedung), perkembangan material baru, dan dinamika kebutuhan pasar. Implementasi: Kurikulum yang fleksibel dan keterbukaan terhadap kritik serta masukan dari praktisi industri (DUDI).
- 4. Noble (Berkarakter & Beretika) Selaras dengan jargon UNESA "Growing with Character". Seorang arsitek terapan memegang tanggung jawab atas keselamatan nyawa orang di dalam bangunan. Implementasi: Menjunjung tinggi etika profesi, kejujuran dalam spesifikasi material (RAB), dan integritas dalam pengawasan proyek.
- 5. Sustainable (Keberlanjutan) Kesadaran akan dampak lingkungan dari setiap bata yang dipasang. Implementasi: Mengutamakan prinsip Green Building, penggunaan material lokal (Low Carbon), dan efisiensi energi dalam setiap rancangan.
- 6. Innovative (Inovatif) Tidak hanya mengikuti standar yang ada, tetapi mampu memberikan solusi kreatif untuk masalah konstruksi yang kompleks. Implementasi: Mendorong riset terapan terkait teknologi beton, sistem prafabrikasi, atau metode konstruksi cepat.
- 7. Teamwork (Kolaboratif) Arsitektur bukan kerja tunggal; ia adalah hasil kolaborasi antara arsitek, struktur, MEP, dan kontraktor. Implementasi: Menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan kemampuan bekerja sama lintas disiplin melalui metode pembelajaran Project-Based Learning.






