Universitas Negeri Surabaya

Selamat datang di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Berdiri sejak 1964, UNESA telah berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Kontak Kami:
Follow Us:

PKKMB FK Unesa Tak Sekadar Kenalkan Kampus, Mahasiswa Baru Diajak Bangun Jejaring, Kepedulian, dan Kepemimpinan

bnr-arrow-1-1.png
PKKMB FK Unesa Tak Sekadar Kenalkan Kampus, Mahasiswa Baru Diajak Bangun Jejaring, Kepedulian, dan Kepemimpinan

 

Unesa.ac.id. SURABAYA— Menjadi tenaga kesehatan membutuhkan lebih dari sekadar penguasaan ilmu. Kemampuan bekerja dalam tim, membangun jejaring, memimpin, berkomunikasi, dan memiliki kepedulian terhadap sesama juga perlu dibentuk sejak masa pendidikan. Prinsip tersebut menjadi bagian muatan yang ditekankan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bertajuk ‘Maheswara 2026.’

Sebanyak 225 mahasiswa baru mengikuti rangkaian Maheswara sejak 18 Agustus hingga ditutup pada Jumat, 21 Agustus 2026. Pada hari terakhir, mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai ruang pengembangan diri melalui Organization Fair dan Inagurasi.

Mengusung tema “Empowering Future Healthcare Leaders with Integrity, Courage, and Compassion”, Maheswara 2026 diarahkan untuk memperkenalkan kehidupan kampus sekaligus menanamkan nilai yang dibutuhkan calon tenaga kesehatan, yakni integritas, keberanian, dan kepedulian.

Mengenal Pilihan Pengembangan Diri Sejak Awal

Melalui Organization Fair, mahasiswa baru dapat mengenal berbagai organisasi yang dapat menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan di luar pembelajaran akademik.

Sebanyak 13 organisasi membuka stand di halaman timur FK Unesa. Organisasi tersebut terdiri atas lima himpunan mahasiswa program studi, tiga organisasi tingkat fakultas, satu Badan Semi Otonom (BSO), serta empat organisasi eksternal.

Selain memperkenalkan profil, program kerja, dan peluang keanggotaan, masing-masing organisasi mengemas pengenalan melalui permainan interaktif. Pendekatan tersebut membuat mahasiswa baru dapat mengenal organisasi sekaligus berinteraksi dengan mahasiswa yang lebih senior dalam suasana yang lebih informal.

Bagi Anggun Nabila, mahasiswa Program Studi Kebidanan, kegiatan tersebut memperluas pandangannya mengenai pilihan aktivitas selama menjalani perkuliahan. “Kegiatan ini membuka wawasan saya bahwa ada banyak hal positif dan menarik yang bisa saya ikuti selain kegiatan akademik.”

Ia tertarik bergabung dengan Himpunan Mahasiswa Kebidanan (HIMA MIDSA) untuk mengembangkan diri sekaligus membangun relasi dengan mahasiswa lain dalam program studi yang sama.

Pengalaman serupa dirasakan Azalia Zahra, mahasiswa Program Studi Kedokteran. Ia mengaku baru mengetahui bahwa mahasiswa kedokteran memiliki ruang organisasi dengan jejaring hingga tingkat nasional dan internasional, salah satunya melalui Center for Indonesian Medical Students Activities (CIMSA).

“Saya tertarik untuk bergabung organisasi CIMSA karena berharap bisa memperluas wawasan sekaligus memperbanyak relasi dengan calon tenaga kesehatan dari berbagai daerah dan latar belakang,” tuturnya.

Belajar Bekerja Sama melalui Inagurasi

Ruang pengembangan diri kemudian dilanjutkan melalui sesi Inagurasi di Auditorium Lantai 9 FK Unesa. Kegiatan tersebut menjadi momentum pengukuhan mahasiswa baru sebagai bagian dari keluarga besar FK Unesa sekaligus ruang untuk membangun kebersamaan dan rasa memiliki.

Lima kelompok mahasiswa baru menampilkan karya yang telah dipersiapkan bersama, mulai dari drama hingga karaoke berkelompok. Panitia Maheswara juga menampilkan flashmob yang menambah suasana kebersamaan.

Di balik penampilan tersebut, mahasiswa belajar bekerja dalam kelompok, membagi peran, mempersiapkan karya, serta tampil percaya diri di hadapan orang lain.

Ketua Pelaksana Maheswara 2026 sekaligus dosen Program Studi Kedokteran, dr. Dwi Ariawan Tauhid Rachman mengatakan pengalaman tersebut perlu berjalan bersama proses akademik mahasiswa.

“Keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan, kemampuan berorganisasi, jiwa kepemimpinan, kepedulian sosial, dan pembentukan watak yang luhur adalah fondasi utama agar kelak menjadi tenaga kesehatan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga dapat dipercaya dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.][

***

Reporter: Jessy Nora Sandy (FBS)

Editor: @zam*

Foto: Tim Humas Unesa

Terkait Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs):