Universitas Negeri Surabaya

Selamat datang di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Berdiri sejak 1964, UNESA telah berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Kontak Kami:
Follow Us:

Pimpinan FK dan Tim Asesor LAM-PTKes Tinjau Wahana Praktik Mahasiswa Keperawatan dan Profesi Ners di Gresik dan Sidoarjo

bnr-arrow-1-1.png

Unesa.ac.id., SURABAYA—Masih dalam rangkaian asesmen lapangan akreditasi prodi, tim asesor LAM-PTKes bersama jajaran pimpinan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) meninjau langsung wahana praktik pendidikan mitra Program Studi S1 Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners, Rabu, 24 Juni 2026.

Peninjauan dilakukan di Rumah Sakit Ibnu Sina Gresik dan Puskesmas Wonoayu, Sidoarjo, untuk meninjau sarana dan prasarana, sistem pendampingan, serta kesiapan wahana praktik pendidikan dalam mendukung proses pembelajaran mahasiswa keperawatan dan profesi ners.

Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran Unesa, dr. Febrita Ardianingsih, M.Si., menjelaskan bahwa kunjungan ke wahana pendidikan merupakan salah satu rangkaian asesmen lapangan LAM-PTKes untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai kualitas pembelajaran mahasiswa di luar kampus.

Wahana pendidikan, lanjutnya, menjadi tempat penempatan mahasiswa keperawatan maupun profesi ners untuk melaksanakan pembelajaran praktik, baik pada jenjang sarjana maupun profesi.

Menurut Febrita, dalam asesmen lapangan, terdapat sejumlah aspek yang ditinjau asesor, mulai dari sarana dan prasarana, kurikulum, hingga materi pembelajaran yang diberikan kepada mahasiswa selama menjalani praktik di wahana pendidikan.

“Aspek keselamatan menjadi perhatian utama karena berkaitan dengan mutu proses pembelajaran sekaligus layanan kesehatan yang diberikan. Karena itu, semua komponen pendukung pembelajaran di wahana praktik perlu dipastikan berjalan sesuai standar,” terangnya.

Dalam sambutannya, Wakil Direktur Umum, Keuangan, dan Kependidikan RSUD Ibnu Sina, dr. Kartiko Husodo Odi, Sp.THT-KL., menegaskan bahwa pemilihan RSUD Ibnu Sina siap sebagai wahana pendidikan prodi kedokteran Unesa. Mahasiswa yang melakukan praktik, melalui tahap asesmen awal yang ketat, meliputi pengenalan visi-misi serta tes standar kompetensi rumah sakit untuk memastikan keamanan pelayanan.

Ia juga menyoroti keunggulan variasi kasus medis yang akan ditemui mahasiswa di Gresik, termasuk penanganan kasus infeksi spesifik daerah yang jarang ditemukan di tempat lain. Untuk menghadapi keterbatasan kasus tertentu, pihak rumah sakit telah menyiapkan metode pembelajaran inovatif.

“Kami mengintegrasikan teknologi seperti virtual reality, fasilitas skill lab, hingga metode ujian OSCE untuk memberikan gambaran klinis yang komprehensif bagi mahasiswa, sehingga pengalaman praktik mereka tetap kaya meskipun kasus nyata sedang tidak tersedia,” jelasnya.

Sementara itu, Tim Asesor LAM-PTKes, Supriadi, S.Kp., MNS. Ph.D., menyampaikan bahwa kunjungan ke wahana praktik pendidikan bertujuan untuk memotret dan mengklarifikasi berbagai aspek pelaksanaan kerja sama antara institusi pendidikan dan mitra layanan kesehatan.

Klarifikasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan proses pendidikan dan praktik mahasiswa, tetapi juga keterlibatan mitra dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi lainnya, seperti penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Ia menegaskan bahwa orientasi asesmen saat ini tidak hanya berfokus pada proses, tetapi juga pada luaran atau outcome yang dihasilkan. Karena itu, tim asesor menaruh perhatian pada capaian pembelajaran, hasil audit mutu internal, tren peningkatan maupun penurunan indikator, serta langkah tindak lanjut yang dilakukan institusi untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu secara berkelanjutan. ][

***

Reporter: Mochammad Ja’far Sodiq (FIP) & Dinda Aulia (Internship)

Editor: @zam*

Foto: Tim Humas Unesa

Terkait Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs):