
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id. SURABAYA—Langkah Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dalam memperluas jejaring global terus berlanjut. Kali ini, Unesa menjajaki kolaborasi dengan Bond University, Australia, yang memfokuskan pada penguatan riset kecerdasan buatan (AI) dan psikologi. Pertemuan penting ini berlangsung di Gedung Rektorat Kampus 2 Lidah Wetan, pada Selasa, 7 April 2026.
Kedatangan pakar Psikologi dan Pemodelan Komputasi dari Bond University, Profesor Ahmed Abdel Halim Moustafa disambut hangat jajaran bidang kerja sama Unesa. Diskusi tersebut melahirkan kesepakatan awal untuk mengeksplorasi kerja sama nyata, khususnya pada pengembangan machine learning yang akan melibatkan tim AI Unesa.
Kepala Subdirektorat Kemitraan dan Promosi Global, Slamet Setiawan menegaskan bahwa Unesa telah menyiapkan dukungan dana untuk menjamin kolaborasi ini tidak berhenti di atas kertas. Dana tersebut dialokasikan untuk riset kolaboratif, penulisan hibah bersama (joint grant), hingga publikasi makalah ilmiah internasional.
"Kami tidak menginginkan sekadar nota kesepahaman formal. Fokus kami adalah aktivitas konkret yang berdampak langsung pada atmosfer akademik dan reputasi penelitian di kedua universitas," tegasnya.

www.unesa.ac.id
Di sela diskusi formal, Profesor Ahmed Abdel Halim Moustafa membagikan wawasan berharga bagi para dosen dan mahasiswa Unesa yang membidik studi lanjut jenjang doktoral di luar negeri. Menurutnya, keberhasilan meraih beasiswa tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga strategi komunikasi dan relevansi riset.
Ia menekankan pentingnya menggunakan email institusi dalam korespondensi dengan calon supervisor agar tidak dianggap sebagai pesan sampah (spam). Selain itu, riset yang diajukan harus selaras dengan National Priority Research Area di negara tujuan, seperti isu perubahan iklim atau AI, karena alokasi dana pemerintah sangat bergantung pada prioritas tersebut.
"Memiliki publikasi ilmiah sebelum mendaftar adalah nilai tambah yang besar. Pastikan juga menyertakan tanda tangan digital profesional dan tautan profil akademis yang valid untuk menunjukkan keseriusan Anda," ujarnya.
Pertemuan ini menjadi bagian dari semangat Unesa untuk selalu menjadi "one step ahead" dalam membangun jejaring global. Sebagai tindak lanjut, kedua institusi akan segera menggelar pertemuan daring untuk memfinalisasi detail teknis pertukaran mahasiswa dan dosen guna memberikan pengalaman akademik lintas negara yang lebih kaya. ][
***
Reporter: Azam Mudzaky (Internship), dan Dinda Aulia (Internship)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: