
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id. SURABAYA—Sebuah model pembelajaran baru yang memadukan isu keberlanjutan global dengan pendekatan sains terintegrasi siap diterapkan di jenjang pendidikan dasar. Formulasi akademis bertajuk Sustainability Context Based on Inquiry-STEAM (SCBI-STEAM) ini diproyeksikan mampu menjadi salah satu solusi konkret dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis sekaligus kesadaran lingkungan anak didik sejak usia dini.
Inovasi instruksional tersebut lahir dari tangan Nadia Lutfi Choirunnisa, dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Karya tersebut tidak hanya mengantarkannya menyelesaikan studi tepat waktu pada Program Doktor (S-3) Pendidikan Dasar Unesa, melainkan juga menempatkannya sebagai wisudawan terbaik dengan capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00 pada gelaran wisuda ke-120 Unesa, akhir Juni 2026 lalu.
Lahir di Ngawi pada 8 Juli 1992, dosen aparatur sipil negara atau ASN muda Unesa ini tumbuh dalam lingkungan keluarga yang menempatkan pendidikan sebagai investasi jangka panjang.
Motivasi kuat dari orang tua menjadi fondasi utama bagi Nadia untuk terus menempuh jalur akademik tertinggi di kampus bertagline ‘Rumah Para Juara, yang memiliki akreditasi Unggul serta didukung oleh jejaring peneliti kompeten di bidang pendidikan dasar.
Selama masa studi doktoralnya, Nadia menunjukkan produktivitas riset yang sangat kompetitif. Salah satu capaian prestisius yang diraihnya adalah keberhasilan memperoleh Hibah Penelitian Disertasi Doktor (PDD) dari kementerian terkait selama dua tahun berturut-turut pada 2024 dan 2025.
Penghargaan kompetitif ini menjadi bukti bahwa fokus kajian yang dikembangkannya memiliki relevansi tinggi bagi arah pengembangan pendidikan nasional ke depan.
Disertasi yang berhasil dipertahankannya berjudul "Pengembangan Model Pembelajaran Sustainability Context Based on Inquiry-STEAM (SCBI-STEAM) untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Sustainability Awareness Siswa Sekolah Dasar".

www.unesa.ac.id
Model ini mengintegrasikan lima sintaks utama yang meliputi Sustainability Awareness, Formulate Hypothesis, STEAM Investigation, Explain the Outcome, dan Campaign. Melalui tahapan tersebut, siswa tidak hanya diajak berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah, tetapi juga membangun kesadaran terhadap isu-isu keberlanjutan yang menjadi tantangan global saat ini.
“Hasil penelitian menunjukkan bahwa model tersebut valid, praktis, dan efektif untuk diterapkan pada pembelajaran di sekolah dasar,” ujar Nadia.
Rekognisi ilmiah terhadap hasil pemikirannya juga teruji di tingkat internasional melalui publikasi artikel pada jurnal bereputasi yang terindeks Scopus, termasuk dua artikel yang masuk dalam kategori Q3. Publikasi tersebut secara konsisten mengangkat tema seputar inovasi pendidikan dasar, etnosains, serta integrasi metode STEAM.
Tidak hanya berhenti pada naskah ilmiah, luaran riil dari riset ini telah menghasilkan satu buku ber-ISBN resmi serta lima Hak Kekayaan Intelektual (HKI) utama yang mencakup buku ajar hingga lembar kerja peserta didik berbasis model SCBI-STEAM.
Seluruh lompatan prestasi tersebut diukir di tengah fase penting kehidupannya sebagai seorang perempuan. Ia menuntaskan seluruh tahapan eksperimen lapangan dan penyusunan disertasi komprehensif ini saat sedang mengandung.
Konsistensi dalam membagi waktu antara perubahan fisik selama kehamilan dengan target riset terbukti mampu melahirkan luaran akademik yang maksimal. Pengalaman ini mengajarkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk mencapai tujuan,” ungkapnya. ][
***
Reporter: Azhar (FBS)
Editor: @zam*
Dokumentasi: Nadia Lutfi Choirunnisa
Share It On: