
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id. SURABAYA—Pelaksanaan hari pertama Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada Selasa (21/4/2026) diwarnai cerita perjuangan peserta dari berbagai daerah. Sejumlah peserta menempuh jarak ribuan kilometer untuk mengikuti ujian di kampus ini.
Nabilla Raudatul Jannah, peserta asal Bukittinggi, Sumatera Barat, menempuh perjalanan jauh demi mengikuti UTBK di Kampus 1 Ketintang Unesa. Nabilla merupakan lulusan tahun 2025 yang sedang menjalani masa gap year.
Sebelumnya, ia sempat tercatat sebagai mahasiswa Teknik Industri di universitas lain. Namun, memutuskan kembali mengikuti UTBK, karena ingin berpindah ke Prodi Kedokteran, prodi impiannya sejak kecil.
“Dari kecil saya memang ingin jadi dokter,” ujarnya.
Nabilla mengakui persiapan tahun ini cukup menantang karena harus membagi waktu antara jadwal kuliah dan belajar materi ujian. Meski demikian, ia merasa kondisi mentalnya lebih siap dan tenang dibandingkan tahun sebelumnya.
Selama mengikuti ujian di Unesa, Nabilla menilai pelaksanaan berlangsung tertib, terorganisir, dan memiliki ruangan yang nyaman. Ia berharap hasil yang didapatkan nantinya menjadi yang terbaik, meskipun ia tetap membuka kemungkinan lain dalam perjuangannya ke depan.

www.unesa.ac.id
Perjuangan lain datang dari Muhammad Mulia Afrilian, peserta asal Natuna, Kepulauan Riau. Siswa SMA 2 Muhammadiyah Ngawi ini mengikuti UTBK sesi pertama di hari pertama.
Karena tidak memiliki kerabat di Surabaya dan keterbatasan tempat tinggal, Mulia sempat meminta izin kepada petugas keamanan untuk menginap di area kampus pada malam sebelum ujian.
Setelah melalui pertimbangan, ia akhirnya diizinkan bermalam di masjid kampus. Meskipun kondisi seadanya, ia tetap bertahan agar bisa mengikuti ujian tepat waktu. "Awalnya cukup kaget dan pikiran sempat kacau, tapi setelah dijalani alhamdulillah tidak ada kendala," tuturnya.
Mulia yang merupakan hafiz Al-Qur’an 30 juz ini telah mempersiapkan diri sejak kelas 1 SMA melalui buku dan tryout daring. Ia menargetkan program studi Kedokteran sebagai tujuan utamanya.
Kisah Nabilla dan Mulia menunjukkan bahwa UTBK menjadi langkah yang ditempuh dengan berbagai upaya oleh para peserta dari berbagai penjuru daerah, mulai dari Sumatera hingga wilayah kepulauan di perbatasan, demi meraih pendidikan tinggi, mengembangkan diri untuk meraih masa depan yang lebih baik. ][
***
Reporter: Diva Novana Widia Putri (FEB) & Dinda Aulia (Internship)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: