
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id., SURABAYA—Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Negeri Surabaya (Unesa)memperingati Hari Kartini melalui kegiatan bertajuk “Perempuan Cerdas, Sains Berdaya: Melanjutkan Semangat Kartini Menuju Indonesia Emas 2045” yang digelar di Auditorium E1 Fakultas Teknik lantai 3, Kampus 1 Ketintang, pada Kamis, 23 April 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum refleksi atas perjuangan Raden Ajeng Kartini sekaligus penguatan peran perempuan dalam menjawab tantangan zaman di berbagai bidang kehidupan, mulai dari pendidikan, sosial, budaya, hingga sains dan teknologi.
Wakil Rektor II Unesa, Bachtiar Syaiful Bachri menegaskan bahwa peringatan Kartini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang refleksi untuk melanjutkan nilai-nilai perjuangan Kartini dalam memperjuangkan hak perempuan, terutama dalam pendidikan dan pemikiran maju.
Menurutnya, tema yang diusung menegaskan bahwa perempuan tidak hanya menjadi pengguna ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai penggerak, inovator, dan kontributor utama dalam pengembangan sains dan teknologi. Ia menambahkan, Unesa terus berkomitmen memberikan ruang seluas-luasnya bagi perempuan untuk berkembang dan berprestasi, baik sebagai pendidik, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa.

www.unesa.ac.id
“Keberhasilan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur, tetapi oleh kualitas sumber daya manusianya. Perempuan yang cerdas dan berdaya menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan berkeadilan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DWP Unesa, Endah Purnomowati Nurhasan, menekankan bahwa semangat Kartini harus terus dihidupkan dalam konteks kekinian. Ia menyebutkan bahwa perempuan masa kini dituntut menjadi pembelajar sepanjang hayat, mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta berani mengambil peran dalam inovasi dan pembangunan.

www.unesa.ac.id
“Pemberdayaan perempuan adalah kunci percepatan pembangunan bangsa. Perempuan hebat tidak berjalan sendiri, tetapi saling mendukung dan menguatkan untuk menghadirkan perubahan,” tuturnya.
Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan materi Etika dan Estetika dalam Berpenampilan dan Berbusana Nasional yang disampaikan Maspiyah, Kepala LPSP Unesa. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya etika sebagai cerminan kepribadian, mulai dari cara bersikap, berbicara, hingga berperilaku santun melalui budaya 5S (senyum, salam, sapa, sopan, santun).
Sementara dari sisi estetika, DWP dibekali pemahaman mengenai keselarasan dalam berbusana yang disesuaikan dengan kepribadian, usia, bentuk tubuh, warna kulit, serta tren yang berkembang, sehingga mampu menciptakan penampilan perempuan yang anggun dan berwibawa.

www.unesa.ac.id
Anggota DWP Sub-Unit Fakultas Vokasi, Rona Agustin, menyampaikan bahwa perempuan di era saat ini dituntut untuk terus mengembangkan bakat dan kreativitasnya. Serta diharapkan mampu mendorong perempuan Indonesia untuk semakin maju, mandiri dalam berkarier, dan tidak bergantung pada laki-laki.
“Acara ini berlangsung sangat seru dan meriah, dengan berbagai penampilan busana yang menarik, sekaligus menjadi ruang bagi perempuan untuk berekspresi secara bebas dan percaya diri,” ujarnya.
Rangkaian acara dilengkapi dengan pemberian santunan kepada anak-anak dari Panti Asuhan Al-Hasan Surabaya, dan dimeriahkan demo penggunaan jarik tradisional oleh mahasiswa Tata Rias angkatan 2024, serta fashion show dari anggota DWP yang menampilkan beragam kebaya tradisional dan modern sebagai wujud pelestarian budaya Indonesia sekaligus representasi semangat Kartini masa kini. ][
***
Reporter: Mochammad Ja'far Sodiq (FIP)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: