
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id. SURABAYA—Seniman sekaligus akademisi Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Indah Chrysanti Angge menggelar pameran tunggal seni kriya logam bertajuk “Suwidak Jaran” di Rumah Budaya Malik Ibrahim, Sidoarjo, pada Selasa, 21 April 2026. Pameran ini diselenggarakan sebagai bentuk syukur atas perjalanan hidup dan dedikasi seniman yang kini memasuki usia ke-60 tahun itu.
Tema “Suwidak Jaran” diambil dari kata swidak yang berarti enam puluh dalam bahasa Jawa, serta simbol shio kuda api yang melambangkan kekuatan dan semangat. Melalui tema ini, Indah Chrysanti berharap tetap memiliki energi dan daya cipta yang kuat dalam berkarya di usia matangnya.
"Pameran ini bukan sekadar unjuk karya, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat dan generasi muda agar lebih mengenal teknik tradisional kriya logam sebagai warisan budaya Indonesia," ujarnya.
Ia menekankan bahwa seni rupa Indonesia memiliki kekayaan yang luas, tidak terbatas pada seni lukis, tetapi juga kriya logam yang bernilai tinggi.

www.unesa.ac.id
Karya-karya yang ditampilkan merupakan hasil eksplorasi teknik kriya logam tradisional yang telah ditekuni sang seniman sejak menempuh pendidikan di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.
Persiapan pameran ini memakan waktu hampir satu tahun, mulai dari proses penciptaan karya hingga pemilihan lokasi.
Indah Chrysanti memilih konsep rumah sebagai ruang pamer, karena karya yang disajikan mencakup seni murni (fine art) dan seni fungsional (applied art). Hal ini bertujuan agar pengunjung dapat melihat bagaimana kriya logam dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari maupun sebagai objek estetika.
Pembukaan pameran dikemas dengan nuansa budaya lokal yang kental. Pengunjung disuguhkan penampilan musik patrol, peragaan busana bertema "Toraja", hingga sajian kuliner tradisional seperti es potong dan es doger.

www.unesa.ac.id
Suasana ini sengaja diciptakan untuk memperkenalkan kembali kekayaan tradisi kepada masyarakat luas.
Acara ini dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari akademisi, dosen, hingga komunitas seni dari Yogyakarta, Surakarta, Malang, dan Surabaya. Kehadiran para pegiat seni ini menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian seni kriya logam sebagai bagian dari identitas budaya bangsa.
Melalui "Suwidak Jaran", Indah Chrysanti berharap masyarakat semakin mencintai seni kriya logam dan menyadari pentingnya menjaga keberlanjutan teknik-teknik tradisional agar tidak punah tergerus zaman. ][
***
Reporter: Erlina Dwi Hidayanti (FBS)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: