
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id. SURABAYA—Bagi sebagian orang, memulai sesuatu yang baru sering kali menjadi momok yang menakutkan. Rasa ragu dan takut gagal kerap menjadi tembok besar yang menghentikan langkah. Hal ini pula yang sempat dirasakan oleh Mar'atus Suci Novitasari. Namun, alih-alih berbalik arah, gadis kelahiran Jombang ini memilih melangkah maju, menjinakkan rasa takutnya, dan mengubahnya menjadi bahan bakar prestasi.
Kerja keras itu terbayar lunas. Suci resmi dinobatkan sebagai Wisudawan Terbaik Fakultas Teknik (FT), Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada wisuda periode ke-120 tahun 2026 akhir Juni lalu. Mahasiswi Program Studi Pendidikan Teknik Elektro angkatan 2022 ini berhasil menyelesaikan studinya dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang nyaris sempurna, 3,92, lengkap dengan predikat pujian (Cum Laude).
Perjalanan Suci di bangku kuliah tidak hanya diisi dengan teori di dalam kelas. Sebagai penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI), ia sadar memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan yang terbaik.
Didorong oleh ketertarikannya pada dunia edukasi, ia memilih Unesa sebagai ‘kawah candradimuka’ untuk menempuh pendidikan teknik elektro, sebuah tempat yang ia yakini bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.
Selama berkuliah, Suci adalah perwujudan dari mahasiswa yang enggan berdiam diri. Ia aktif melompat dari satu tantangan ke tantangan lain untuk menguji kapasitas dirinya.
Mulai dari mengasah kreativitas sebagai UI/UX Designer di Indobot Academy melalui program MSIB, menyelami dunia industri berat selama tiga bulan di Divisi Quality Assurance Perlengkapan Kelistrikan dan Persenjataan Kapal PT PAL Indonesia, hingga mengajar langsung di SMK Antartika Surabaya.
Jiwa pendidiknya juga tecermin lewat inovasi yang ia gagas bersama timnya. Mereka menciptakan media pembelajaran berbasis Google Sites yang mengintegrasikan video interaktif dan simulasi. Tujuannya sederhana namun berdampak besar: membantu siswa SMK memahami materi kelistrikan yang rumit menjadi lebih visual dan mudah dipahami.
Namun, panggung pembuktian Suci yang paling menguji nyali ada di luar ruang kuliah. Bergabung dengan Lembaga Semi Otonom (LSO) Dewo Robotik Unesa, Suci menantang dirinya untuk menguasai teknologi mutakhir: robotika, sistem kendali, Internet of Things (IoT), hingga pengembangan pesawat tanpa awak (Unmanned Aerial Vehicle/UAV).
Lewat robotika, ketekunan Suci diuji. Bersama tim Dewo Robotik, ia berhasil membawa pulang trofi tingkat nasional, yakni Juara 2 Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) pada Divisi Long Endurance Low Altitude (LELA) serta Juara Harapan 1 KRTI Divisi Fixed Wing.
Prestasi di dunia robotika ini pula yang mengantarkannya lulus tanpa jalur skripsi konvensional. Melalui kebijakan ekuivalensi prestasi nasional, ia menyusun artikel ilmiah yang bertajuk "Perbandingan Protokol RTSP dan UDP dalam Mendukung Streaming Video UAV di Lingkungan Jaringan Terbatas".
Riset ini lahir dari kegelisahan nyatanya saat bermitra dengan Aerotera dalam mengembangkan UAV, di mana stabilitas transmisi video berlatensi rendah menjadi kunci utama monitoring visual yang efektif.
Kini, setelah toga resmi dipindahkan, Suci telah menatap bentang rencana yang baru. Ia tidak ingin berhenti. Langkah berikutnya adalah mengaplikasikan ilmu, baik sebagai guru di sekolah kejuruan maupun berkarier di industri teknologi.
Gadis penuh ambisi ini bahkan menaruh ketertarikan pada sektor yang menantang seperti offshore engineering (teknik lepas pantai), riset robotika tingkat lanjut, serta membidik beasiswa untuk melanjutkan studi magister ke luar negeri. ][
***
Reporter: Ja’far (FIP)
Editor: @zam*
Dokumentasi: Mar'atus Suci Novitasari.
Share It On: