
Firza bangga dan haru ketika hasil perjuangannya bisa mengibarkan merah putih dan mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia di panggung Asia Tenggara.
Unesa.ac.id. SURABAYA—Bagi Firza Faturahman Listianto, lintasan lari bukan sekadar arena adu cepat, melainkan sebuah ruang pembuktian bahwa kepercayaan, tekad, dan ketangguhan mental mampu melampaui segala batasan. Mahasiswa angkatan 2023 Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini baru saja mengukir prestasi gemilang dengan memboyong dua medali emas pada ajang ASEAN Para Games 2026 di Nakhon Ratchasima, Thailand.
Turun di nomor 100 meter dan 200 meter cabang olahraga atletik, mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) itu tidak hanya berlari melawan rival-rival tangguhnya se-Asia Tenggara, tetapi juga mendobrak stigma dan batas-batas sosial yang sering kali melekat pada dirinya.
Prestasinya menjadi pernyataan tegas bahwa kedaulatan atas mimpi dan raga sepenuhnya berada di tangan mereka yang berani berjuang, bukan pada persepsi atau anggapan sebagian orang terhadap keterbatasan.
Ketekunan Firza pada dunia atletik yang telah tertanam sejak kelas 1 SMP bukanlah sekadar hobi, melainkan manifestasi dari disiplin baja yang ia rawat selama bertahun-tahun. Sebagai mahasiswa PKO, ia menerapkan langsung landasan ilmiah kepelatihan yang didapat di bangku kuliah ke dalam setiap derap langkahnya di lintasan.

www.unesa.ac.id
Baginya, momen paling emosional bukanlah saat menyentuh garis finis, melainkan ketika melihat bendera Merah Putih berkibar tinggi di podium tertinggi Asia Tenggara. Di titik itulah, semua peluh dan tantangan yang ia hadapi selama proses latihan terbayar lunas sebagai bukti bahwa proses yang dijalani dengan sungguh-sungguh tidak akan pernah mengkhianati hasil.
Namun, di balik kegemilangan tersebut, tantangan tersulit yang dihadapi Firza justru datang dari dalam dirinya sendiri. Menjaga stabilitas mental, konsistensi fokus, dan kepercayaan diri di tengah tekanan kompetisi internasional adalah "pertandingan" yang sesungguhnya ia menangkan setiap hari.
Didorong dukungan orang tua dan kemandirian yang kuat, Firza terbiasa menempa diri secara mandiri jauh sebelum jadwal kompetisi dimulai. Hal ini ia lakukan untuk memastikan bahwa ketika ia berdiri di garis start, ia tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga telah melampaui ekspektasi siapapun terhadap dirinya.
Dengan prinsip bahwa tidak ada juara tanpa pengorbanan, Firza kini menatap panggung yang lebih tinggi, yakni Asian Para Games di Jepang, sebagai langkah selanjutnya untuk terus membuktikan bahwa dedikasi dan keteguhan hati adalah kunci utama untuk menembus batas. ][
***
Reporter: Fatimah Najmus Shofa (FBS)
Editor: @zam*
Dokumentasi: Firza Faturahman Listianto
Share It On: