Universitas Negeri Surabaya

Selamat datang di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Berdiri sejak 1964, UNESA telah berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Kontak Kami:
Follow Us:

Mahasiswa Unesa Paparkan Strategi Penguatan Kompetensi Guru pada Forum Internasional di Negeri Jiran dan Diganjar Penghargaan

bnr-arrow-1-1.png

Unesa.ac.id., SURABAYA—Transformasi digital di dunia pendidikan tidak cukup hanya dibarengi dengan kemampuan guru mengoperasikan teknologi. Dibutuhkan penguasaan kompetensi pedagogik dan profesional agar pemanfaatan teknologi benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran.

Gagasan tersebut menjadi fokus penelitian yang dipresentasikan mahasiswa Magister (S-2) Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Amallia Nugrahaeni, dalam ASEAN Postgraduate Symposium on Education (APSOE) 2026 di Kulliyyah of Education, International Islamic University Malaysia (IIUM), Kuala Lumpur, Malaysia, pada 16–17 Juli 2026 lalu.

Atas penelitian tersebut, Amallia berhasil meraih Best Scientific Content Award, penghargaan yang diberikan kepada karya ilmiah dengan kualitas substansi penelitian terbaik.

Penelitian bertajuk “Digital, Pedagogical, and Professional Competence as Determinants of Junior High School Teacher Performance in Tanjung District” itu mengkaji pengaruh kompetensi digital, pedagogik, dan profesional terhadap kinerja guru SMP negeri di Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Penelitian dilakukan terhadap 34 guru dari empat sekolah menengah pertama negeri.

Amallia menjelaskan, penelitian tersebut dilatarbelakangi tuntutan transformasi digital dalam pendidikan yang mengharuskan guru tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga mengintegrasikannya ke dalam proses pembelajaran secara efektif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga kompetensi tersebut secara bersama-sama mampu menjelaskan 86,7 persen variasi kinerja guru. Kompetensi profesional menjadi faktor yang paling dominan, disusul kompetensi pedagogik. Sementara itu, kompetensi digital memiliki hubungan positif, tetapi belum memberikan pengaruh langsung yang signifikan apabila berdiri sendiri.

Menurutnya, temuan tersebut menegaskan bahwa transformasi digital di sekolah tidak dapat hanya mengandalkan penguasaan teknologi. Teknologi baru memberikan dampak optimal apabila didukung kemampuan guru dalam menguasai materi pelajaran sekaligus menerapkan strategi pembelajaran yang tepat.

"Pelatihan guru sebaiknya tidak hanya mengajarkan penggunaan aplikasi, tetapi juga mengintegrasikan teknologi dengan materi pelajaran, strategi pembelajaran, asesmen, serta kebutuhan peserta didik," jelasnya.

Terkait persiapannya pada forum tersebut, ia lakukan dengan matang dan melalui langkah penyederhanaan hasil penelitian yang kompleks dalam waktu presentasi yang terbatas, ia juga harus menyampaikan seluruh materi dalam bahasa Inggris sekaligus menjawab pertanyaan peserta dari berbagai negara.

Dalam proses penelitian hingga tampil di forum internasional tersebut, Amallia mendapat bimbingan dari dosen pembimbing M. Syahidul Haq dan Ainur Rifqi, serta dukungan Program Studi yang mendorong mahasiswa aktif menghasilkan karya ilmiah dan mendiseminasikannya pada forum akademik internasional. ][

***

Reporter: Mochammad Ja’far Sodiq (FIP)

Editor: @zam*

Dokumentasi: Amallia Nugrahaeni