Universitas Negeri Surabaya

Selamat datang di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Berdiri sejak 1964, UNESA telah berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Kontak Kami:
Follow Us:

Mahasiswa S2 Industri Kreatif Pamerkan Produk Bernilai Bisnis: Dari Kuliner, Fashion, hingga Strategi Branding

bnr-arrow-1-1.png

Unesa.ac.id., SURABAYA—Berbagai karya dan inovasi mahasiswa Program Studi S-2 Industri Kreatif Fakultas Vokasi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ditampilkan dalam pameran produk kreatif yang berlangsung di Inkubator Bisnis Lantai G Gedung Rektorat Unesa Kampus II Lidah Wetan pada Senin, 22 Juni 2026.

Gelar karya tersebut merupakan luaran akhir dari Mata Kuliah Budaya dan Ekonomi Kreatif. Ragam inovasi berbasis kearifan lokal yang dipamerkan meliputi produk kuliner, karya film, kriya, wastra, hingga strategi penjenamaan atau branding serta pengembangan bisnis industri makanan dan minuman atau food and beverage (FnB).

Dosen pengampu mata kuliah, Inty Nahari menjelaskan bahwa para mahasiswa magister terapan ini berasal dari latar belakang bidang kreatif yang sangat beragam, mulai dari kuliner, mode (fashion), perfilman, hingga multimedia. Setiap karya yang dikembangkan disesuaikan secara khusus dengan bidang keahlian masing-masing mahasiswa dengan tetap mengangkat kearifan lokal dari daerah asal mereka.

“Harapannya, karya-karya yang dipamerkan mahasiswa hari ini tidak berhenti pada gelar karya semata, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi tugas akhir atau tesis, bahkan menjadi produk dan usaha yang berkelanjutan setelah mereka lulus,” ujarnya.

Salah satu inovasi yang menarik perhatian dalam pameran tersebut adalah karya dari Alim Akbar Romadlony. Mahasiswa ini berhasil mengembangkan inovasi kuliner dengan mengubah hidangan tradisional khas Jawa Timur, yaitu pecel semanggi dan petis rujak cingur, ke dalam bentuk serbuk kering, sehingga lebih praktis.

“Selama ini produk seperti petis atau sambal semanggi umumnya berbentuk pasta dengan masa simpan terbatas. Karena itu saya mencoba mengolahnya menjadi serbuk agar lebih awet, praktis dibawa travelling, dan mudah disajikan kembali hanya dengan ditambahkan air,” jelasnya.

Selain inovasi pangan, pameran ini juga menampilkan terobosan di bidang strategi komunikasi bisnis yang diusung Dimas Haryanto, mahasiswa asal Malaysia yang akrab disapa Ryan.

Melalui karya bertajuk Creative Branding Storytelling & Business Development for F&B Brands, Ryan menampilkan pengembangan nyata dari profesinya sebagai konsultan kreatif sekaligus pendiri media Katanya Makan.

Melalui pendekatan tersebut, ia menawarkan sistem pendampingan usaha secara menyeluruh, mulai dari perancangan identitas merek (brand) hingga pengawasan perkembangan bisnis agar tetap kompetitif dan relevan di pasar modern.

“Tantangannya, setiap owner punya ego dan sudut pandang masing-masing. Jadi saya harus bisa menempatkan diri dan menemukan positioning yang pas sesuai kebutuhan mereka. Tantangan lain tentu membagi waktu antara tugas kuliah dan jadwal pekerjaan,” kata Ryan menjelaskan dinamika proses pengerjaan karyanya di tengah kesibukan profesional. ][

***

Reporter: Mochammad Ja'far Sodiq (FIP), dan Azam (Internship)

Editor: @zam*

Foto: Tim Humas Unesa