
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id, SURABAYA – Perkuliahan Metodologi Penelitian di Program Studi S1 Pendidikan Fisika, Universitas Negeri Surabaya (Unesa), menghadirkan suasana berbeda pada 27 April 2026. Kelas yang biasanya diisi pemaparan teori, kali ini diubah menjadi ruang belajar kontekstual dengan menghadirkan narasumber dari kehidupan nyata.
Perkuliahan yang diampu oleh Guru Besar Bidang Pendidikan Fisika, Nadi Suprapto bersama Dosen S1 Pendidikan Fisika, Suliyanah itu mengundang Zain Ibrahim, seorang pengamen muda asal Sidoarjo, untuk berbagi pengalaman langsung di hadapan mahasiswa. Kehadiran Zain menjadi bagian dari penerapan pendekatan Participatory Action Research (PAR), yakni metode penelitian yang menekankan keterlibatan aktif peneliti dengan subjek dalam memahami realitas sosial.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya mendengarkan cerita, tetapi ikut terlibat langsung melalui observasi dan wawancara. Zain, yang merupakan remaja berkebutuhan khusus dari keluarga sederhana, menunjukkan kemampuan berbahasa Inggris yang fasih serta bakat bermusik yang menarik perhatian mahasiswa sejak awal sesi.
“Mahasiswa biasanya belajar metode penelitian dari buku. Kali ini mereka bisa berinteraksi langsung, mengamati, sekaligus menggali data dari narasumber nyata,” ujar Nadi.

www.unesa.ac.id
Sesi perkuliahan diawali dengan perkenalan dan penampilan musik dari Zain yang menciptakan suasana hangat di dalam kelas. Selanjutnya, mahasiswa melakukan wawancara mendalam untuk menggali pengalaman hidup, proses belajar bahasa Inggris, serta tantangan yang dihadapi dalam kesehariannya.
Pendekatan ini memberi pengalaman belajar yang lebih aplikatif. Mahasiswa tidak hanya mempraktikkan teknik pengumpulan data kualitatif, tetapi juga mengasah kepekaan sosial, kemampuan komunikasi, dan pemahaman terhadap konteks kehidupan narasumber.
Kegiatan ini turut melibatkan keluarga Zain yang hadir dan berbagi cerita tentang latar belakang kehidupan serta perjuangan yang dihadapi. Kehadiran keluarga memperkaya sudut pandang mahasiswa dalam melihat fenomena sosial secara lebih utuh.
Melalui praktik ini, pembelajaran metodologi penelitian di Unesa diarahkan menjadi lebih kontekstual dan reflektif. Integrasi antara teori dan realitas sosial dinilai mampu mendorong mahasiswa memahami penelitian tidak hanya sebagai prosedur akademik, tetapi sebagai upaya memahami kehidupan manusia secara lebih mendalam.
Inovasi pembelajaran tersebut diharapkan dapat menjadi model pengembangan perkuliahan di perguruan tinggi, khususnya dalam membangun pendekatan yang inklusif, empatik, dan berbasis pengalaman nyata. [
Pengolah: Puput
Foto: Mahasiswa S1 Pendidikan Fisika Unesa
Share It On: