Universitas Negeri Surabaya

Selamat datang di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Berdiri sejak 1964, UNESA telah berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Kontak Kami:
Follow Us:

Mahasiswa Baru Unesa 5 Magetan Dibekali Pencegahan Kekerasan hingga Triple Readiness

bnr-arrow-1-1.png
Mahasiswa Baru Unesa 5 Magetan Dibekali Pencegahan Kekerasan hingga Triple Readiness

Unesa.ac.id. MAGETAN – Ribuan mahasiswa baru Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Kampus 5 Magetan mendapatkan pembekalan komprehensif mengenai strategi menciptakan lingkungan kampus bebas kekerasan serta kesiapan menghadapi tantangan era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Edukasi mengenai pencegahan perundungan, pemanfaatan AI secara bijak, hingga kesiapan menembus dunia kerja menjadi bagian utama dari rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Unesa Kampus 5 Magetan bertajuk “Dirgantara Lengkara” di Magetan, pada Selasa (18/8/2026).

Materi pencegahan kekerasan disampaikan langsung oleh Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) RI, Diyah Puspitarini. Di hadapan para mahasiswa baru, Diyah mengajak generasi muda untuk berperan aktif membangun budaya kampus yang aman dan inklusif.

Menurutnya, bentuk perundungan di lingkungan pendidikan saat ini kian kompleks, mulai dari tindakan fisik, verbal, pengucilan, hingga cyberbullying di ruang digital.

Ia mengingatkan bahwa kekerasan berdampak serius pada kondisi psikologis korban. Oleh karena itu, kepedulian antar sesama mahasiswa serta keberanian untuk bersuara menjadi kunci utama menciptakan atmosfer akademik yang sehat.

“Jika ada rekan yang bercerita kepada kita, berarti kita dipercaya. Jangan pernah menghakimi. Tugas kita adalah mendampingi dan mengawal kasus tersebut dengan melapor ke pihak berwenang, seperti dosen atau Satgas resmi di kampus,” tegas Diyah.

Diyah memastikan bahwa Unesa memiliki mekanisme perlindungan bagi pelapor untuk menjamin keamanan serta kerahasiaan identitas. Ia mendorong mahasiswa untuk tidak ragu melibatkan tenaga profesional ketika membutuhkan pendampingan.

Tak hanya jaminan keamanan lingkungan belajar, mahasiswa baru Unesa Kampus 5 Magetan juga dibekali navigasi akademik untuk merespons pesatnya perkembangan teknologi.

Ketua Umum Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan yang juga Pakar Manajemen Pendidikan Unesa sekaligus rektor senior Unesa (2010—2014) Muchlas Samani, memperkenalkan konsep Triple Readiness sebagai pijakan mahasiswa menghadapi dinamika masa depan.

Konsep tersebut mencakup tiga pilar utama, yakni Technical Skill Readiness (kesiapan keterampilan teknis), Human Skills Readiness (kesiapan keterampilan humanis dan sosial), serta Market Entry Readiness (kesiapan menembus pasar kerja).

Guru besar Unesa itu menekankan, integrasi ketiga pilar tersebut bertujuan agar mahasiswa mampu memanfaatkan AI sebagai alat pembantu pembelajaran tanpa mengikis daya kritis, kreativitas, dan etika dasar manusia. “AI harus diposisikan sebagai instrumen pendukung pembelajaran, bukan alat yang menggantikan proses berpikir mendasar mahasiswa,” paparnya. ][

***

Penulis: Tim Humas Unesa Magetan

Pengolah: Puput

Editor: @zam*

Foto: Tim Humas Unesa Magetan

Terkait Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs):