Universitas Negeri Surabaya

Selamat datang di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Berdiri sejak 1964, UNESA telah berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Kontak Kami:
Follow Us:

Layanan Kesehatan Terganggu Akibat Gempat, Unesa dan Mitra Beri Pelayanan Ibu Hamil

bnr-arrow-1-1.png

Unesa.ac.id. SURABAYA— Kerusakan sejumlah fasilitas kesehatan setelah gempa bumi membuat akses layanan medis masyarakat di Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami keterbatasan. Untuk menjaga pelayanan tetap berjalan, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bersama mitra kesehatan membentuk puskesmas sementara sekaligus memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak selama masa pemulihan pada 3–7 September 2026.

Penguatan layanan tersebut juga diarahkan pada kelompok rentan, khususnya ibu hamil yang membutuhkan pemeriksaan dan pemantauan secara berkala. Dari 70 ibu hamil yang diperiksa tim kesehatan Fakultas Kedokteran Unesa, ditemukan 18 kasus kehamilan berisiko tinggi.

Kasus yang ditemukan didominasi hipertensi dalam kehamilan dan dugaan preeklampsia. Selain itu, terdapat anemia pada kehamilan, posisi janin tidak normal, serta kondisi letak plasenta rendah yang membutuhkan pemantauan dan tindak lanjut.

Pemeriksaan dilakukan oleh tim kesehatan yang dipimpin dr. Muhamad Fachry bersama Anindya Aurellia Ardianto Putri, mahasiswa Program Studi S1 Kebidanan Fakultas Kedokteran Unesa. Pemeriksaan diawali dengan ultrasonografi (USG) untuk mengetahui kondisi ibu dan janin sekaligus mendeteksi potensi kehamilan berisiko.

“Pelayanan ini menjadi upaya untuk memastikan ibu hamil tetap mendapatkan pemeriksaan yang dibutuhkan, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko kehamilan. Deteksi dini sangat penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat,” dr. Muhamad Fachry.

Setelah pemeriksaan awal, seluruh ibu hamil melanjutkan pelayanan Antenatal Care (ANC). Pelayanan tersebut mencakup pemeriksaan kehamilan secara menyeluruh, deteksi faktor risiko, edukasi tanda bahaya kehamilan, konseling kesehatan, serta penatalaksanaan sesuai kondisi masing-masing pasien.

Pembentukan puskesmas sementara dilakukan karena sejumlah fasilitas kesehatan di Kecamatan Reo mengalami kerusakan akibat bencana. Dalam kondisi tersebut, tenaga kesehatan setempat harus memanfaatkan posko bantuan sebagai lokasi pelayanan dengan keterbatasan ruang, peralatan medis, dan fasilitas pendukung.

Kondisi ini menjadi tantangan terutama bagi ibu hamil, bayi, dan balita yang membutuhkan pemantauan kesehatan secara berkala. Karena itu, penguatan layanan tidak hanya dilakukan melalui pemeriksaan pasien, tetapi juga dengan menjaga agar pelayanan kesehatan tetap tersedia selama masa pemulihan.

Tim kesehatan Fakultas Kedokteran Unesa bersama Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) serta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memperkuat pelayanan melalui Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Dasar (PONED). Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan ibu hamil dengan risiko komplikasi tetap memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis secara cepat dan tepat.

Penguatan layanan juga mencakup jejaring pelayanan primer di Kecamatan Reo yang melibatkan lima Puskesmas Pembantu (Pustu) dan enam Pondok Bersalin Desa (Polindes). Jejaring tersebut mendukung keberlangsungan pelayanan kesehatan dasar, pemeriksaan kesehatan ibu dan anak, serta sistem rujukan di wilayah terdampak.

Dengan penguatan tersebut, layanan kesehatan ibu dan anak tetap dapat berjalan meskipun masyarakat masih berada dalam masa pemulihan pascabencana. Pembentukan puskesmas sementara sekaligus penguatan jejaring pelayanan menjadi bagian dari upaya bersama menjaga kesinambungan layanan kesehatan warga terdampak gempa. ][

***

Reporter: Puput

Editor: @zam*

Foto: Tim FK Unesa