Universitas Negeri Surabaya

Selamat datang di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Berdiri sejak 1964, UNESA telah berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Kontak Kami:
Follow Us:

Konsistensi dan Pesan Ayah Antarkan Nurlatifah Kamaril Jadi Lulusan Terbaik

bnr-arrow-1-1.png

Mitos terbesar mahasiswa adalah merasa masih punya banyak waktu. Belajar tak harus menunggu ujian, berkarya tak perlu menunggu gelar, dan lulus tak usah ditunda-tunda. Selesaikan apa yang sudah kamu mulai, buktikan karya terbaikmu, dan jemput hari wisudamu. Tetap semangat!

Unesa.ac.id. SURABAYA— Bagi Nurlatifah Kamaril, menjadi pelatih olahraga bukan sekadar menguasai teknik dan strategi. Pengalaman di lapangan membuatnya memahami bahwa olahraga juga memiliki peran dalam membentuk karakter dan menjaga kebugaran.

Konsistensi menjalani bidang tersebut akhirnya mengantarkannya meraih predikat Wisudawan Terbaik Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dengan IPK 3,90 dalam wisuda ke-121 Unesa, 12 Agustus 2026 lalu.

Wisudawan Program Studi S-1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO) yang akrab disapa Aril tersebut memang telah lama bersentuhan dengan dunia olahraga. Di luar perkuliahan, ia aktif melatih pencak silat sekaligus mengembangkan kompetensinya sebagai pelatih di berbagai cabang olahraga.

Pilihan menempuh pendidikan kepelatihan olahraga pun lahir dari pengalaman tersebut. Menurut Aril, menjadi pendidik olahraga tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengajarkan teknik, tetapi juga bagaimana proses latihan dapat membentuk karakter peserta didik secara berkelanjutan.

Pilihan itu pula yang menjadi pesan orang tuanya untuk terus ia pegang selama menjalani perkuliahan. Sang ayah, Sultaji, merupakan pensiunan petugas keamanan (satpam), sedangkan ibunya, Rini Pitria, berprofesi sebagai penjahit.

“Kalau sudah memilih PKO, ya jalani dengan sungguh-sungguh. Jangan setengah-setengah,” begitu pesan ayahnya yang terus diingat Aril.

Prinsip tersebut ia terapkan tidak hanya dalam perkuliahan, tetapi juga ketika menjalani pengalaman praktik di sekolah. Saat mengikuti Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP), Aril menemukan persoalan yang kemudian mendorongnya melakukan penelitian.

Ia mengamati siswi Jurusan Desain dan Produksi Busana di SMKN 1 Jatirejo Mojokerto yang mengaku mudah lelah setelah mengikuti praktik menjahit. Aktivitas belajar yang banyak dilakukan dalam posisi duduk membuatnya tertarik melihat kondisi kebugaran jasmani para siswi.

Pengamatan tersebut kemudian dikembangkan menjadi skripsi berjudul ‘Evaluasi Tingkat Kebugaran Jasmani Siswi Jurusan Desain dan Produksi Busana Kelas X di SMKN 1 Jatirejo Mojokerto.’

Hasil penelitian menunjukkan tingkat kebugaran jasmani para siswi berada pada kategori cukup. Temuan tersebut memberikan pengalaman bagi Aril bahwa aktivitas belajar yang padat belum tentu mencerminkan kondisi fisik yang optimal.

Selain pengalaman akademik, lingkungan kampus juga menjadi ruang bagi Aril memperluas pengalaman olahraga. Ia bergabung dengan Unit Kegiatan Mahasiswa Rugby Unesa, meski sebelumnya lebih banyak menekuni pencak silat.

Perbedaan karakter kedua olahraga tersebut justru menjadi pengalaman tersendiri. Jika pencak silat lebih banyak mengandalkan kemampuan individu, rugby menuntut kerja sama antarpemain dengan karakter dan cara berpikir yang beragam.

Dari pengalaman tersebut, Aril belajar bahwa pencapaian tidak selalu ditentukan kemampuan individu, tetapi juga kemampuan bekerja bersama untuk mencapai tujuan.

Pengalamannya sebagai atlet juga melengkapi perjalanan tersebut. Sebelum menekuni rugby, Aril aktif sebagai atlet pencak silat dan meraih Juara I Kejuaraan Pencak Silat Antar Perguruan se-Nusantara Kabupaten Kediri pada 2022.

Di cabang rugby, ia bersama tim meraih sejumlah prestasi, antara lain Juara I Rugby 7's Piala Rektor UNUGIRI IV, Juara II Pekan Olahraga Provinsi Jawa Tengah, Juara II Turnamen Rugby Buleleng Bali, serta beberapa prestasi lainnya di tingkat regional. Pada 2026, ia kembali meraih Juara II Kejuaraan Rugby 7's Piala Rektor UNUGIRI.

Rangkaian pengalaman tersebut mempertemukan tiga ruang belajar bagi Aril: perkuliahan, lapangan olahraga, dan pengalaman langsung di sekolah. Baginya, ketiganya saling melengkapi dalam membentuk pemahaman mengenai olahraga dan pendidikan. ][

***

Reporter: Prismacintya

Editor: @zam*

Foto: Tim Humas Unesa

Terkait Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs):