
Unesa.ac.id., SURABAYA—Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) berpeluang memperluas pengalaman belajar di tingkat internasional sekaligus terlibat dalam pengembangan riset teknologi, termasuk inovasi kendaraan listrik, melalui penjajakan kerja sama antara Unesa dan Guangdong Business and Technology University (GBTU), Tiongkok, yang berlangsung di Kampus II Lidah Wetan, pada Kamis, 23 Juli 2026.
Kerja sama tersebut membuka peluang kolaborasi yang mencakup pertukaran mahasiswa dan dosen, penelitian bersama, hingga penguatan jejaring dengan industri. Bagi Unesa, kemitraan internasional tidak hanya dimaknai sebagai perluasan relasi antarperguruan tinggi, tetapi juga sebagai upaya menghadirkan lebih banyak kesempatan belajar, berinovasi, dan mengembangkan kompetensi sivitas akademika di tingkat global.
Pertemuan itu dihadiri Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Pengembangan, Kerja Sama, serta Teknologi Informasi dan Komunikasi, Dwi Cahyo Kartiko, bersama jajaran pimpinan Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Fakultas Bahasa dan Seni, Fakultas Teknik, serta Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan. Delegasi GBTU dipimpin Xiong Shicai selaku Director of the Division of Foreign Exchange and Cooperation.

Dalam sambutannya, Dwi Cahyo Kartiko menjelaskan bahwa pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk mengeksplorasi berbagai peluang kolaborasi sekaligus meresmikan penandatanganan nota kesepahaman antara kedua perguruan tinggi. Menurutnya, forum itu diharapkan menghasilkan kerja sama yang berkelanjutan melalui pertukaran gagasan, penguatan jejaring akademik, serta pengembangan program yang saling memberikan manfaat.
Ia menambahkan, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi internasionalisasi Unesa yang dalam beberapa tahun terakhir memperkuat kemitraan dengan berbagai perguruan tinggi di Tiongkok. Sejumlah program, mulai dari pertukaran mahasiswa hingga riset kolaboratif, telah lebih dahulu dijalankan dan menjadi landasan untuk memperluas kerja sama yang lebih produktif.
Sementara itu, Xiong Shicai memperkenalkan GBTU sebagai perguruan tinggi yang mengembangkan model pendidikan berbasis integrasi kampus dan industri. GBTU menjalin kolaborasi dengan berbagai perusahaan di Tiongkok, di antaranya Huawei, JD.com, serta sejumlah industri otomotif. Model tersebut dinilai membuka ruang kolaborasi yang relevan dengan berbagai program studi yang dimiliki Unesa.

Menurut Xiong, kedua perguruan tinggi memiliki banyak kesamaan bidang keilmuan yang dapat dikembangkan bersama, mulai dari teknik otomotif, olahraga, hingga disiplin ilmu lainnya. Karena itu, kerja sama tidak hanya diarahkan pada pertukaran mahasiswa dan dosen, tetapi juga penelitian bersama serta pengembangan talenta global sebagai bagian dari inisiatif pendidikan internasional.
Salah satu peluang konkret yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah dukungan terhadap pengembangan riset kendaraan listrik di Fakultas Teknik Unesa. Kedua pihak menjajaki kerja sama pengadaan suku cadang yang dibutuhkan dalam pengembangan tiga purwarupa sepeda motor listrik, sekaligus membuka komunikasi antara Fakultas Teknik Unesa dengan mitra industri GBTU melalui dukungan Kian New Education dan Hello Edu.
Selain itu, kedua institusi juga menyepakati pembahasan mengenai mekanisme perkuliahan bagi mahasiswa jenjang sarjana hingga doktoral, termasuk penyesuaian persyaratan kemampuan bahasa. Keberadaan Confucius Institute dan Program Studi Bahasa Mandarin Unesa juga akan menjadi bagian penting dalam mendukung mobilitas mahasiswa dan dosen di masa mendatang.][
***
Reporter: Tarisa Adistia (FBS)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa






