
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id., SURABAYA—Sekolah-sekolah di Kota Surabaya yang kekurangan tenaga pendidik diproyeksikan akan segera mendapatkan dukungan penguatan pengajaran. Langkah ini menyusul kebijakan baru Badan Pendidikan Profesi Guru (BPPG) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang menerapkan skema penempatan merata berbasis kebutuhan sekolah pada pelaksanaan Program Pengalaman Lapangan (PPL) Mandiri semester ini.
Formulasi tersebut dimatangkan dalam Rapat Koordinasi Persiapan Pembelajaran dan Mapping PPL Mandiri Mahasiswa PPG Calon Guru Gelombang 1 Semester 2 Tahun 2026 di Mercure Grand Mirama Surabaya, pada 8–9 Juli 2026.
Melalui skema baru yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya ini, mahasiswa bidang studi umum akan didistribusikan secara taktis ke berbagai sekolah mitra yang membutuhkan tambahan tenaga pengajar.
Sekretaris BPPG Unesa, Faridha Nurhayati menjelaskan bahwa pada semester dua ini mahasiswa mengemban beban studi 20 SKS, termasuk 8 SKS untuk pelaksanaan PPL. Guna memastikan pemerataan berjalan efektif, pemetaan wilayah melibatkan bantuan tim Dispendik Surabaya.
"Harapannya, seluruh sekolah yang masih kekurangan guru dapat terbantu dengan kehadiran mahasiswa PPG. Kemungkinan setiap sekolah akan ditempatkan satu hingga dua mahasiswa," ujarnya.

www.unesa.ac.id
Kepala Divisi Kemitraan dan Kerja Sama BPPG Unesa, Muhammad Reza menambahkan bahwa seluruh perangkat, jadwal, dan sistem pembelajaran secara umum telah siap. Fokus penyesuaian saat ini diarahkan pada penuntasan aspek teknis di lapangan agar implementasi skema baru ini berjalan optimal.
"Karena ini skema baru, kita tetap menggunakan PPL berbasis kebutuhan. Selain itu, hal lain yang perlu disiapkan yaitu guru pamong, persebaran mahasiswa, dan berbagai aspek teknis lainnya agar implementasinya berjalan optimal," paparnya.
Perubahan pola penempatan ini sekaligus menjadi ruang evaluasi dan tantangan tersendiri bagi dosen pembimbing lapangan atau DPL. Dosen Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Unesa, Ulhaq Zuhdi memaparkan bahwa jika sebelumnya satu sekolah diisi kelompok mahasiswa, kini persebarannya akan jauh lebih luas dan mandiri.
"Kami perlu mempersiapkan dosen pembimbing lapangan karena yang sebelumnya melakukan supervisi di satu sekolah, sekarang harus melakukan supervisi di lima hingga enam sekolah. Ini tentu menjadi tantangan tersendiri yang membutuhkan pengaturan waktu dan koordinasi yang lebih baik," paparnya.
Melalui koordinasi intensif ini, BPPG Unesa memproyeksikan seluruh rangkaian perkuliahan semester dua dapat berjalan lancar. Langkah ini sekaligus mempertegas kontribusi nyata riset dan sumber daya akademik Unesa dalam mengawal mutu serta pemenuhan kebutuhan guru di jenjang pendidikan dasar dan menengah secara berkelanjutan. ][
***
Reporter: Mochammad Ja’far Sodiq (FIP)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: