Universitas Negeri Surabaya

Selamat datang di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Berdiri sejak 1964, UNESA telah berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Kontak Kami:
Follow Us:

Kerahkan Tim, Unesa Beri Pendampingan Teknis Calon Peserta RPL Beasiswa Pemkot Surabaya

bnr-arrow-1-1.png

Unesa.ac.id. SURABAYA—Lembaga Pendidikan dan Sertifikasi Profesi (LPSP) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar pendampingan pendaftaran peserta seleksi jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di Auditorium LPSP, Kampus II Lidah Wetan, pada Rabu, 8 Juli 2026.

Agenda ini dikhususkan bagi para guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) calon penerima Beasiswa Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya Tahun 2026 yang akan menempuh Program Studi S-1 PG-PAUD Unesa.

Sebagai tindak lanjut dari sosialisasi sebelumnya, dalam pendampingan ini para peserta dibimbing secara teknis mulai dari pembuatan akun pendaftaran, pengunggahan portofolio, hingga pengisian data administrasi. Guna memastikan seluruh proses digital berjalan tanpa hambatan, LPSP Unesa menyiagakan sejumlah tim teknologi informasi (IT) di lokasi.

Kepala Pusat RPL LPSP Unesa, Awang Dharmawan menjelaskan bahwa Pemkot Surabaya pada tahap awal mengirimkan data sebanyak 210 guru PAUD untuk mengikuti seleksi, dengan proyeksi total mencapai sekitar 240 calon peserta.

Dari keseluruhan pendaftar tersebut, nantinya akan disaring ketat menjadi 200 orang sesuai dengan kuota beasiswa penuh yang telah ditetapkan pemerintah kota.

"Jalur ini merekognisi pengalaman di atas lima tahun melalui penilaian portofolio. Program ini tidak hanya bertujuan memenuhi linearitas pendidikan formal, tetapi juga untuk penguatan kompetensi dan peningkatan kesejahteraan,” jelasnya.

Sekretaris LPSP Unesa, Anung Priambodo, menambahkan bahwa jalur RPL ini merupakan bentuk pengakuan konkret negara terhadap dedikasi dan pengalaman kerja yang telah dimiliki para guru PAUD selama bertahun-tahun di lapangan.

Pengalaman nyata tersebut dikonversi menjadi sks akademik, sehingga mereka hanya perlu menempuh mata kuliah yang belum terpenuhi untuk meraih gelar akademik.

"Harapannya, kualitas layanan pendidikan anak usia dini di Surabaya yang sudah bagus semakin bagus lagi, dan merata. Sebab, mutu pendidikan ditentukan kualitas guru. Program ini menjadi wujud implementasi pembelajaran sepanjang hayat bagi guru yang telah kaya akan pengalaman kerja," ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati menyampaikan bahwa kolaborasi strategis antara Pemkot Surabaya dan Unesa ini telah memasuki tahun ketiga sebagai bentuk komitmen berkelanjutan dalam menaikkan mutu pengajar anak usia dini di Kota Pahlawan.

"Ini adalah kesempatan emas yang harus dimanfaatkan secara sungguh-sungguh oleh peserta. Fokuslah belajar dengan baik. Kami akan monitoring berkala setiap semester agar seluruh peserta dapat menyelesaikan studi tepat waktu hingga proses studi bisa berjalan lancar," tuturnya.][

***

Reporter: Mochammad Ja’far Sodiq (FIP)

Editor: @zam*

Foto: Tim Humas unesa

Terkait Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs):