
Unesa.ac.id. SURABAYA—Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Handball Junior U-19 2026 sekaligus pelantikan pengurus Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Jawa Timur periode 2026–2030 pada Senin, 3 Agustus 2026. Dua agenda tersebut menandai dimulainya kembali pembinaan atlet bola tangan usia muda.
Sebanyak delapan provinsi ambil bagian dalam kejurnas yang berlangsung hingga 8 Agustus 2026 di GOR Internasional FIKK Unesa dan Lapangan Pandesa Unesa. Selain menjadi ajang kompetisi, kejuaraan ini menjadi ruang penjaringan talenta muda sekaligus penguatan sistem pembinaan atlet menuju level nasional.
Ketua Umum PB ABTI, Zulfydar Zaidar Mochtar, mengatakan Kejurnas U-19 menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali regenerasi atlet bola tangan Indonesia. Menurutnya, dukungan perguruan tinggi melalui penyediaan fasilitas dan ekosistem pembinaan menjadi bagian penting dalam memperkuat prestasi olahraga nasional.

"Kami menyampaikan apresiasi kepada Unesa yang telah memberikan dukungan penuh sebagai tuan rumah. Kejurnas ini memiliki makna penting karena menjadi momentum menjaring kembali bibit-bibit atlet muda dari berbagai daerah setelah cukup lama vakum," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, ABTI Jawa Timur juga melantik kepengurusan baru periode 2026–2030 yang dipimpin Gigih Siantoro, dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Unesa. Kepengurusan baru tersebut mengusung pendekatan pembinaan atlet berbasis data sebagai landasan seleksi dan pengembangan prestasi yang lebih objektif serta berkelanjutan.
Gigih Siantoro menegaskan bahwa setiap atlet dari kabupaten dan kota di Jawa Timur akan memperoleh kesempatan yang sama melalui sistem pembinaan yang mengedepankan data performa, bukan kedekatan personal.

Menurutnya, pendekatan tersebut penting untuk membangun ekosistem pembinaan yang lebih profesional. "Pembinaan atlet harus dilakukan secara by data sehingga setiap atlet memiliki peluang yang sama untuk berkembang berdasarkan kemampuan dan performanya," tegasnya.
Sebagai mitra penyelenggara, FIKK Unesa mendukung penyelenggaraan kompetisi sekaligus pengembangan sistem pembinaan olahraga berbasis ilmu pengetahuan. Keterlibatan perguruan tinggi diharapkan mampu memperkuat pemantauan performa atlet, pengembangan sport science, hingga penyelenggaraan kompetisi yang berkelanjutan.
Kembalinya Kejurnas Handball Junior U-19 sekaligus penerapan pendekatan pembinaan berbasis data menunjukkan bahwa pengembangan olahraga tidak lagi hanya bertumpu pada kompetisi, tetapi juga pada penguatan sistem yang mampu melahirkan atlet-atlet muda secara lebih terukur dan berkelanjutan. ][
***
Reporter: Jessy Nora Sandy (FBS)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa






