
Unesa.ac.id. SURABAYA—Fakultas Psikologi (Fpsi) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menjadi tuan rumah Fifth Round Table Meeting (5th RTM) dengan tema “Strategi Metode Pendampingan Kreatif dengan Tren Perkembangan Riset dan Keilmuan Psikologi Positif di Dunia” pada Jumat—Sabtu, 19–20 Juni 2026 di Auditorium Fpsi, Unesa Kampus II Lidah Wetan, Surabaya.
Forum dari Asosiasi Psikologi Positif Indonesia (AP2I) dan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) yang bekerja sama dengan Fpsi Unesa sebagai tuan rumah ini dihadiri para dosen pengampu dan peminat mata kuliah Psikologi Positif se-Indonesia. Tujuannya, memperkuat pembelajaran, riset, dan kolaborasi bidang psikologi positif di Indonesia.
Kegiatan ini dihadiri jajaran pimpinan Unesa termasuk jajaran pimpinan Fpsi Unesa. Wakil Rektor 1 Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni, Martadi mengatakan bahwa forum tersebut sangat penting untuk penguatan ilmu dan praktek bidang psikologi positif era digital.

Bagi institusi pendidikan tinggi seperti Unesa, pertemuan ini juga menjadi kompas strategis agar riset dan kurikulum kampus relevan dengan kebutuhan. Para dosen dan peneliti dapat saling bertukar data terbaru mengenai cara menjaga keseimbangan hidup di tengah gempuran teknologi.
"Tidak hanya bagi masyarakat, tetapi juga civitas termasuk mahasiswa. Harapannya, forum ini tidak hanya bisa menghasilkan rumusan psikologi positif yang berdampak bagi masyarakat, tetapi juga yang mendukung kesuksesan akademik mahasiswa," ucap guru besar teknologi pembelajaran seni budaya Unesa itu.
Salah satu agenda utama pada hari pertama ialah seminar internasional bersama Aaron Jarden, profesor dari Australia. Sesi ini menjadi bagian penting dalam memperluas wawasan peserta mengenai perkembangan keilmuan dan riset psikologi positif di tingkat global.

Melalui sesi presentasi dan tanya jawab, peserta diajak melihat bagaimana psikologi positif terus berkembang, tidak hanya sebagai kajian akademik, tetapi juga sebagai pendekatan yang relevan untuk menjawab tantangan kesehatan mental dan kesejahteraan manusia.
Pada sesi talkshow hadir jajaran pakar sebagai narasumber seperti Andik Matulessy, ahli psikologi dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya; Nurlaila Effendy, Ketua Asosiasi Psikologi Positif Indonesia (AP2I) dan dosen Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS); serta Ni Made Swasti Wulanyani, dosen psikologi Universitas Udayana (Unud).
Talkshow ini menjadi ruang berbagi pengalaman, refleksi, dan gagasan mengenai arah pengembangan psikologi positif di Indonesia, khususnya dalam konteks pembelajaran di perguruan tinggi. Para peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman konseptual, tetapi juga inspirasi praktis tentang bagaimana Psikologi Positif dapat diajarkan secara lebih kreatif, kontekstual, dan berdampak.

Selain itu, juga terdapat sesi Workshop Metode Pembelajaran yang dirancang untuk memperkaya strategi pembelajaran psikologi positif melalui pendekatan yang lebih aktif, partisipatif, dan aplikatif.
Hari pertama ditutup dengan agenda Happy Book Launch: First Chapter Afternoon, sebagai bagian dari peluncuran buku “Metode Pembelajaran Psikologi Positif Edisi II.” Momen ini menegaskan semangat utama RTM, yaitu bertemu, berbagi, dan berdampak.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Psikologi Unesa bersama Asosiasi Psikologi Positif Indonesia (AP2I) dan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) berharap dapat memperkuat jejaring dosen psikologi positif di Indonesia, sekaligus mendorong lahirnya inovasi pembelajaran dan kolaborasi riset yang lebih luas dan berdampak. ][
***
Reporter: Medina Azzahra (FBS)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa






