Universitas Negeri Surabaya

Selamat datang di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Berdiri sejak 1964, UNESA telah berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Kontak Kami:
Follow Us:

Inovasi VR EMONESA Unesa Diapresiasi Mitra di Uzbekistan dan Akan Kembangkan Lab Autisme di Sana

bnr-arrow-1-1.png

Unesa.ac.id., UZBEKISTAN –Teknologi asistif VR EMONESA yang dikembangkan tim Universitas Negeri Surabaya (Unesa) diperkenalkan kepada akademisi Kokand State University, Uzbekistan, melalui kegiatan diseminasi penelitian dan produk inovasi pada 2–9 September 2026. Teknologi berbasis virtual reality tersebut dikenalkan sebagai salah satu inovasi untuk mendukung pembelajaran, pelatihan, dan layanan bagi peserta didik berkebutuhan khusus, khususnya anak dengan autisme.

Diseminasi tersebut menjadi bagian dari implementasi kerja sama antara Unesa dan Kokand State University yang sebelumnya telah disepakati. Kolaborasi awal difokuskan pada pengembangan riset bidang autisme yang melibatkan Disability Innovation Center (DIC) Unesa, Program Studi Pendidikan Khusus (PKh) Unesa, dan Department of Special Needs Education Kokand State University.

Anggota DIC Unesa, Wulan Patria Saroinisong menjelaskan kerja sama tersebut berangkat dari kebutuhan Uzbekistan terhadap teknologi asistif yang masih tinggi, terutama untuk mendukung akses dan layanan pendidikan bagi penyandang disabilitas.

“Kegiatan ini kerja sama MoU yang baru disepakati dua bulan lalu dengan Kokand State University. Implementasi awalnya berada pada bidang riset autisme, karena kebutuhan teknologi asistif di Uzbekistan masih sangat besar akibat keterbatasan akses,” ujarnya.

Dalam diseminasi tersebut, Unesa memperkenalkan VR EMONESA sebagai salah satu produk inovasi yang dikembangkan untuk mendukung kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus.

Teknologi virtual reality tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendekatan berbasis teknologi dalam pembelajaran, pelatihan, dan layanan bagi anak dengan autisme.

Respons positif dari mitra kemudian membuka peluang pengembangan kerja sama ke tahap berikutnya. Peluang pengembangan tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga penguatan fasilitas pendukung pendidikan bagi penyandang disabilitas.

Tim Academic Excellent DIC Unesa, Sujarwanto, mengatakan Kokand State University mengundang Unesa untuk kembali memberikan pelatihan sekaligus membantu pengembangan laboratorium khusus autisme dan berbagai layanan bagi penyandang ketunaan lainnya.

“Kami mendapat sambutan yang sangat baik. Mereka mengundang Unesa untuk datang ke kampusnya memberikan pelatihan dan mengembangkan laboratorium autism serta bidang ketunaan lainnya,” tambah guru besar Unesa tersebut.

Menurut Sujarwanto, perkembangan tersebut diharapkan menjadi awal kerja sama yang berkelanjutan antara kedua institusi. Diseminasi inovasi tidak berhenti pada pengenalan produk, tetapi dapat berkembang menjadi kolaborasi dalam penelitian, peningkatan kapasitas, serta pengembangan layanan pendidikan inklusif.

“Harapannya kerja sama ini dapat berjalan secara berkesinambungan dan Unesa dapat menjadi leading university dalam bidang inklusi,” jelas Kepala Badan Labschool Unesa itu.

Kerja sama Unesa dan Kokand State University sejalan dengan dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan sistem pendidikan yang inklusif dan aksesibel bagi semua peserta didik.

Sementara itu, kerja sama lintas negara antara Unesa dan Kokand State University menjadi bagian dari implementasi SDGs 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan inovasi. ][

***

Reporter: Mochammad Ja’far Sodiq

Editor: @zam*

Foto: Tim DIC Unesa