Universitas Negeri Surabaya

Selamat datang di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Berdiri sejak 1964, UNESA telah berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Kontak Kami:
Follow Us:

Guru Besar Unesa Tawarkan Inovasi Beton Bangunan yang Lebih Tahan Guncangan Gempa

bnr-arrow-1-1.png

Unesa.ac.id. SURABAYA—Universitas Negeri Surabaya (Unesa) resmi mengukuhkan Prof. Dr. Ir. Bambang Sabariman, S.T., M.T., sebagai guru besar bidang teknik sipil dengan kepakaran rekayasa struktur beton. Dalam orasi ilmiah pengukuhan guru besar akhir Desember 2025 lalu, ia memaparkan strategi mitigasi melalui riset bertajuk “Antisipasi Efek Guncangan Gempa terhadap Ketahanan Bangunan Gedung Beton”.

Dosen Fakultas Teknik (FT) tersebut menekankan bahwa karena gempa bumi adalah fenomena alam yang tidak bisa dihentikan, fokus utama insinyur adalah meminimalisir dampak kerusakan melalui rekayasa struktur.

Ia menggarisbawahi pentingnya sifat daktail pada bangunan, yakni kemampuan struktur untuk tetap berdiri dan tidak langsung roboh saat terjadi guncangan hebat. Menurutnya, nilai daktilitas ini hanya bisa dicapai jika perancangan, pelaksanaan, dan pengawasan dilakukan secara ketat sesuai standar internasional maupun Standar Nasional Indonesia (SNI).

Sebagai pakar struktur, Bambang Sabariman telah menghasilkan serangkaian inovasi yang memperkaya ilmu teknik sipil. Salah satu temuan pentingnya adalah penggunaan kombinasi serat baja (steel fiber) dengan sistem kekangan sengkang.

Inovasi ini terbukti meningkatkan tegangan dan regangan beton secara signifikan, mengubah sifat beton yang semula getas menjadi lebih daktail. Riset ini bahkan melahirkan persamaan baru tegangan-regangan beton yang menjadi kebaruan (novelty) di bidangnya.

Kontribusi ilmiah ini semakin diperkuat melalui penelitian mendalam yang menyimulasikan beban gempa pada kolom beton. Hasil pengujian menunjukkan peningkatan daktilitas kolom hingga memenuhi kriteria “sangat daktail” berdasarkan standar global.

Tak hanya itu, ia mengusulkan persamaan baru untuk panjang sendi plastis kolom menggunakan Teori Buckingham, sebuah kontribusi teoritis yang terus dikembangkan oleh peneliti lain di bidang struktur beton.

Selain fokus pada kerangka utama, Bambang Sabariman bersama timnya juga mengungkap potensi dinding Autoclaved Aerated Concrete (AAC). Jika selama ini AAC sering dianggap tidak berkontribusi pada kekuatan gedung, penelitiannya membuktikan bahwa material tersebut justru mampu meningkatkan pembuangan (disipasi) energi gempa pada kolom beton.

Ia juga mengembangkan riset beton instan yang mampu mencapai kekuatan penuh lebih cepat dari standar konvensional 28 hari, sebuah solusi nyata bagi percepatan konstruksi modern.

Ke depan, ia terus memperkuat rancangan formula umum yang menyatukan berbagai teori panjang sendi plastis sejak tahun 1964 hingga 2025. Ia juga mengeksplorasi penerapan sistem "sekring" pada elemen beton serta pemanfaatan Glass Fiber Reinforced Polymer (GFRP) sebagai material tulangan utama yang lebih inovatif.

Baginya, riset yang ia tekuni bukan sekadar urusan teknis, melainkan bentuk respons manusia terhadap tantangan alam. Melalui pengukuhan ini, ia meneguhkan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi rekayasa struktur demi menjamin keselamatan bangunan dan manusia, khususnya di wilayah-wilayah rawan gempa.][

***

Reporter: Puput Saputra (FBS)

Editor: @zam*

Foto: Tim Humas Unesa