
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id, SURABAYA—Fakultas Ilmu kesehatan dan Keolahragaan (FIKK) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengadakan kuliah tamu internasional dengan tajuk “Penerapan Sosiologi Olahraga: Sharing Session Projek Mahasiswa dalam Isu Sosial dan Komunitas” di Studio Room, U5, Gedung FIKK, Kampus II Lidah Wetan, pada Selasa, 25 November 2025.
Kuliah tamu yang merupakan bagian dari program community service antara FIKK Unesa dan UTM ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Nur Fatihah, dari Sport Science Exercise Physiology University Teknologi Malaysia, dan M. Rafi Nurhakim, Brand Communication Executive at PT Amerta Indah Otsuka.
Noor Rohmah Mayasari, ketua pelaksana menyatakan bahwa acara ini merupakan salah satu dari bagian dari rangkaian kolaborasi di bidang pendidikan, dan pengabdian. Awal kerja sama diinisiasi penyerahan surat dari UTM. Maka dari itu, acara kuliah tamu diadakan sebagai langkah awal kerja sama yang terus berlanjut ke depan.
“Jadi setelah kegiatan kuliah tamu ini, nanti ada kolaborasi antara mahasiswa Malaysia dengan mahasiswa Indonesia. Kebetulan kami memang memiliki misi ingin melakukan community service. Dan targetnya akan dilaksanakan di tahun mendatang,” ujarnya.
Ia berharap kolaborasi berdampak antara Unesa dan UTM Malaysia akan terus dilaksanakan, tidak sebatas PKM semata, melainkan juga pada aspek lainnya.
“Jadi nanti akan terjadi koneksi, pertukaran antara mahasiswa Indonesia dan Malaysia. Kita bisa melakukan ke sana untuk memberikan pelatihan langsung. Apalagi Malaysia itu sekarang lagi menghadapi problem obesitas. Nanti kita bisa coba memberi intervensi ke mereka,” jelasnya.

www.unesa.ac.id
Pada sesi materi, Nur Fatihah selaku dosen dari Universitas Teknologi Malaysia (UTM) memaparkan tentang pengembangan sosiologi olahraga di Malaysia. Ia juga menyoroti beberapa projek mahasiswa dari universitasnya.
Beberapa isu terkait ketimpangan dalam mengakses olahraga, khususnya stereotip dan diskriminasi sosial terhadap perempuan menjadi salah satu yang disoroti. Menurutnya, perempuan sering diposisikan sebagai gender yang kurang sesuai untuk menggeluti bidang olahraga.
Bidang keolahragaan dinilai penting sebagai pengaruh identitas, peluang, dan pembangunan komunitas. Karena hal tersebut, ia menggagas bagaimana teori sosiologi olahraga ini dapat dialokasikan untuk membangun pemberdayaan wanita serta anak-anak.
“Beberapa orang menganggap olahraga tidak terlalu penting, apalagi bagi ibu rumah tangga. Namun, saat ini Malaysia tengah bermisi untuk menghasilkan masyarakat yang cerdas dan sehat. Jadi, harapannya ilmu dari universitas kami bisa diaplikasikan secara langsung ke masyarakat,” jelasnya.
Maka dari itu, mahasiswa dari UTM dialokasikan secara langsung untuk turun ke lapangan. Para mahasiswa melakukan gerakan pemberdayaan di komunitas ibu rumah tangga, terkait pentingnya kesehatan tubuh sebagai rutinitas harian yang berpengaruh ke kesehatan mental.
Ia berharap, dari potensi dan perkembangan olahraga di Unesa dan UTM dapat dikembangkan program kerja sama yang lebih luas, tidak sebatas community service, melainkan mencakup kolaborasi riset, mobilitas mahasiswa, dan kuliah tamu.
Tambahan, selain kuliah tamu, kehadiran narasumber dari UTM juga dalam rangka program visiting dan inbound terkait kerja sama berkelanjutan. []
***
Reporter: Medina Azzahra (FBS)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: