Universitas Negeri Surabaya

Selamat datang di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Berdiri sejak 1964, UNESA telah berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Kontak Kami:
Follow Us:

Enam Mahasiswa FT Unesa Jadi Angkatan Pertama Program Double Degree Sarjana ke Negeri Tirai Bambu

bnr-arrow-1-1.png

Pelepasan mahasiswa program double degree ke Beijing University of Chemical Technology dihadiri langsung Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan dan Alumni, serta Dekan FT dan jajarannya.

Unesa.ac.id. SURABAYA— Enam mahasiswa Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menjadi angkatan pertama mahasiswa jenjang sarjana Unesa yang mengikuti program double degree di luar negeri. Mereka akan menempuh pendidikan selama dua tahun di Beijing University of Chemical Technology (BUCT), China, melalui program yang terintegrasi bidang computer science and technology.

Keenam mahasiswa tersebut dilepas dalam acara di Ruang Rapat Fakultas Teknik, Kampus I Ketintang, Senin (31/8/2026). Tiga mahasiswa berasal dari Prodi Teknik Informatika, yakni John David Kusuma Novianto, Agri Azzukhruf, dan Kenzie Rofif Dhaniswara. Sementara itu, tiga mahasiswa lainnya berasal dari Prodi Sistem Informasi, yakni Daniel Evan Rusli, Sierren Yorensa, dan Vania Setyorini Purba.

Program tersebut menjadi tonggak baru bagi pengembangan pengalaman akademik internasional di Unesa karena untuk pertama kalinya mahasiswa jenjang sarjana mengikuti skema double degree dengan perguruan tinggi mitra di luar negeri.

Dekan FT Unesa, Suparji, mengatakan keenam mahasiswa akan menempuh pendidikan selama empat semester atau dua tahun di BUCT. Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian program, mereka akan memperoleh dua gelar dari dua perguruan tinggi.

Menurutnya, manfaat program tidak hanya terletak pada perolehan dua gelar akademik, tetapi juga pada kesempatan penguatan kompetensi, dan proses pengakuan dan penyelarasan kurikulum antara Unesa dan BUCT.

“Nantinya, enam mahasiswa ini memiliki pengalaman dan kemampuan serta peluang besar untuk mendapatkan berbagai tawaran pekerjaan. Selain itu, mereka juga bisa mendapatkan tawaran riset maupun kesempatan untuk melanjutkan studi di sana,” tambahnya.

Guru besar FT tersebut berharap keenam mahasiswa tersebut dapat menjadi pionir bagi keberlanjutan program double degree jenjang sarjana di Unesa. Pengalaman angkatan pertama juga diharapkan dapat membuka peluang bagi mahasiswa dan program studi lain untuk mengikuti program serupa.

Bagi mahasiswa, kesempatan tersebut sekaligus menjadi pengalaman untuk mempersiapkan diri menghadapi lingkungan akademik dan kehidupan di negara lain. Kenzie Rofif Dhaniswara, mahasiswa Teknik Informatika, merasa tertantang menjadi bagian dari angkatan pertama program tersebut.

“Ketika mengetahui bahwa saya menjadi mahasiswa terpilih dan memenuhi syarat, saya langsung menyiapkan mental dan belajar untuk bertahan hidup di Tiongkok,” tuturnya.

Persiapan dilakukan tidak hanya dari sisi akademik. Mahasiswa juga mempelajari bahasa Mandarin, meningkatkan kemampuan komunikasi dalam bahasa Inggris, mencari informasi mengenai regulasi di China, serta mempelajari percakapan sederhana yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai bagian dari angkatan pertama, Kenzie berharap dapat menunjukkan capaian terbaik selama menempuh pendidikan di BUCT. Ia ingin keberhasilan angkatan pertama menjadi dasar bagi keberlanjutan program double degree antara Unesa dan perguruan tinggi mitra di Negeri Tirai Bambu.

“Harapan saya, saya mampu bertumbuh dan belajar dengan baik di China yang dibuktikan dengan capaian GPA yang memuaskan demi keberlanjutan program double degree dan agar nama Unesa semakin dikenal di mancanegara,” katanya.

Setelah menyelesaikan studi, Kenzie berharap dapat membawa pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama di Tiongkok untuk berkontribusi pada pengembangan Unesa dan bermanfaat bagi masyarakat. ][

***

Reporter: Mochammad Ja’far Sodiq

Editor: @zam*

Foto: Tim FT Unesa

Terkait Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs):