
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id., SURABAYA—Dalam rangka meningkatkan transformasi kinerja dosen dan tenaga kependidikan, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Kampus 5 Magetan mengadakan Sosialisasi Sistem Apresiasi Kinerja Unesa (SAKU) di Kampus Unesa 5, Magetan pada Sabtu, 23 Mei 2026.
Agenda yang dihadiri dosen dan tenaga kependidikan selingkung Kampus 5 ini merupakan upaya dan komitmen pimpinan Unesa sebagai bentuk apresiasi kinerja dosen dan tenaga kependidikan. Apresiasi kinerja yang dimaksud adalah untuk membangun budaya kerja yang profesional.
Wakil Rektor Bidang Hukum, Ketatalaksanaan, Keuangan, Sumber Daya, dan Usaha Unesa, Bachtiar Syaiful Bachri menerangkan bahwa selama ini SAKU sudah dilakukan sesuai mekanisme yang ada.
“Ketika Bapak/Ibu sudah memperoleh gaji dari pemerintah, kemudian Unesa sebagai PTN-BH dengan kemandiriannya memberikan apresiasi kinerja sesuai capaian yang terukur, akuntabel, dan berorientasi pada kinerja, maka sistem ini diharapkan mampu mendorong budaya kerja yang lebih baik,” ujarnya
Tahun 2026 ini, SAKU diharapkan semakin adaptif terhadap perubahan dan semakin melekat pada kinerja individu masing-masing. Harapannya, orang yang benar-benar berkinerja optimal akan memperoleh SAKU yang optimal pula.

www.unesa.ac.id
Selama ini ada beberapa kinerja yang belum terekam dengan baik di sistem lama. Maka di sistem baru ini diharapkan semuanya bisa terekap lebih baik, baik dari sisi pelaporan, bobot kinerja, indikator, maupun mekanisme lainnya.
“SAKU bukan sekadar bentuk penghargaan, tetapi bagian dari budaya peningkatan mutu berkelanjutan di Unesa. Harapannya implementasi SAKU mampu mendukung reputasi institusi, pelayanan prima, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada Unesa,” imbuhnya.
Dalam sesi pemaparan, Eko Wahjudi selaku Direktur Evaluasi Kinerja Unesa menegaskan bahwa sistem SAKU terbaru bukanlah bentuk pemotongan tunjangan, melainkan penyesuaian apresiasi berdasarkan kualitas dan capaian kinerja dosen maupun tenaga kependidikan.
“Tidak ada pemotongan. Hasil atau apresiasi itu akan disesuaikan dengan jenis dan capaian kinerja,” ucapnya.

www.unesa.ac.id
Ia menjelaskan, penilaian yang sebelumnya lebih berfokus pada kuantitas kerja kini juga mempertimbangkan kualitas pelayanan, kedisiplinan administrasi, hingga kepuasan mahasiswa. Selain itu, presensi, ketepatan pelaporan, dan pengisian nilai juga menjadi bagian penting dalam tata kelola kampus yang akuntabel dan profesional.
Mohamad Sulton Arifin selaku Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) Unesa memaparkan evaluasi kedisiplinan dosen dan tenaga kependidikan, khususnya terkait presensi, pembaruan data, BKD, serta pelaporan administrasi lainnya.
Menurutnya, sebagian besar dosen telah menunjukkan kedisiplinan yang baik dalam menjaga status kehadiran di sistem. “Yang penting dijaga warna hijaunya. Kalau disiplin presensi dan administrasi dijalankan, sebenarnya ini relatif mudah dicapai,” ucap Sulthon.
Ia juga mengingatkan pentingnya pembaruan data di sistem digital kampus karena seluruh penilaian kinerja kini berbasis data terintegrasi. Ia mengajak seluruh pegawai untuk sama-sama memberikan kinerja yang berdampak bagi lembaga dan masyarakat. ][
***
Reporter: Diva Novana Widia Putri (FEB)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: