Universitas Negeri Surabaya

Selamat datang di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Berdiri sejak 1964, UNESA telah berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Kontak Kami:
Follow Us:

Dibimbing Langsung Pakar dari Singapura, Mahasiswa Akuakultur Dalami Komoditas Bivalve melalui Visiting Lecture

bnr-arrow-1-1.png

Unesa.ac.id. SURABAYA—Program Studi S-1 Akuakultur, Fakultas Ketahanan Pangan (FKP) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menghadirkan Tan Koh Siang, peneliti senior sekaligus Kepala Laboratorium Biologi dan Ekologi Laut dari Tropical Marine Science Institute, National University of Singapore (NUS) dalam Visiting Lecture, di Auditorium FKP, Kampus 3 Surabaya, pada Kamis, 5 Februari 2026.

Kehadiran pakar internasional dalam kegiatan dengan tema "Bivalve Taxonomy, Morphology, and Species of Economic Importance in Southeast Asia" ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk mendalami potensi komoditas kerang-kerangan di kawasan Asia Tenggara.

Dalam pemaparannya, Tan Koh Siang membagikan wawasan mendalam mengenai kelas Bivalvia, mulai dari aspek taksonomi, identifikasi morfologi, hingga keanekaragamannya yang sangat tinggi di perairan tropis.

Pakar biologi dan ekologi laut itu menekankan bahwa pemahaman mendasar mengenai struktur tubuh dan klasifikasi spesies sangat menentukan keberhasilan dalam pengelolaan sumber daya laut, terutama bagi spesies yang memiliki nilai ekonomi tinggi di pasar internasional.

Koorprodi S-1 Akuakultur, Reni Ambarwati, menjelaskan bahwa pemahaman mengenai bivalvia sangat krusial bagi mahasiswa akuakultur. Selama ini, fokus studi sering kali terpaku pada budidaya ikan, padahal potensi organisme akuatik lain seperti kerang memiliki prospek ekonomi yang sangat besar namun pengelolaannya masih banyak bergantung pada hasil tangkapan alam.

“Pengetahuan ini adalah fondasi penting. Akuakultur tidak hanya bicara soal budidaya ikan, tetapi juga mencakup organisme akuatik lainnya. Mahasiswa perlu memahami biologi bivalvia agar ke depan mampu mentransformasi pengambilan kerang dari alam menjadi sistem budidaya yang berkelanjutan,” ujarnya.

Setelah sesi teori, kegiatan berlanjut ke tahap implementasi melalui practical work di laboratorium. Di bawah bimbingan langsung Tan Koh Siang dan Reni Ambarwati sebagai dosen pengampu mata kuliah Invertebrata Air, mahasiswa melakukan observasi anatomi dan pengamatan morfologi pada berbagai spesimen bivalvia ekonomis.

Para mahasiswa diajarkan teknik pembedahan dan identifikasi organ dalam yang menjadi pembeda antarspesies. Sesi praktik ini memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa dalam menerapkan teori yang telah disampaikan di kelas ke dalam konteks riset laboratorium.

“Alhamdulillah, antusiasme mahasiswa sangat tinggi. Interaksi langsung dengan pakar internasional seperti Tan Koh Siang tidak hanya memberikan ilmu baru, tetapi juga membuka cakrawala mereka mengenai standar riset kelautan di tingkat global. Semoga ini menjadi modal penting bagi pengembangan kompetensi mahasiswa kami ke depan,” pungkas Reni Ambarwati.][

***

Reporter: Azam (Internship)

Editor: @zam*

Foto: Tim Humas Unesa