
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id. SURABAYA – Kecintaan pada olahraga yang tumbuh sejak usia belia menjadi fondasi kuat bagi perjalanan karier Yosi Ariel Firnanda. Mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO), Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini kembali membuktikan konsistensinya sebagai atlet elite nasional dengan menyumbangkan medali emas cabang voli pantai pada gelaran SEA Games Thailand 2025.
Bagi atlet kelahiran Sidoarjo, 8 April 1999 ini, podium tertinggi di Thailand merupakan perwujudan mimpi dan target yang ia susun bersama tim. Keberhasilan ini sekaligus memperpanjang tradisi emas voli pantai Indonesia di kancah Asia Tenggara. Yosi—sapaan akrabnya—mengaku pencapaian kolektif jauh lebih berharga daripada prestasi individu semata.
"Bahagia karena salah satu mimpi dan target dapat tercapai bersama tim yang solid. Kami bersyukur bisa mempertahankan medali emas voli pantai untuk Indonesia di SEA Games kali ini," ujarnya.
Perjalanan Yosi di dunia voli pasir ini dimulai sejak usia 14 tahun. Dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang lekat dengan dunia voli, olahraga ini bukan sekadar hobi baginya, melainkan jalan hidup. Kedisiplinan yang ditempa sejak remaja membawanya terus naik kelas hingga mampu bersaing di level internasional.
Menjelang keberangkatan ke Thailand, ia menjalani pola latihan yang sangat terstruktur. Fokus utamanya bukan sekadar fisik, melainkan efisiensi teknik dan ketajaman strategi. Ia belajar untuk meminimalkan energi yang terbuang melalui pengambilan keputusan yang presisi di lapangan.

www.unesa.ac.id
Latihan rutin dilakukan setiap hari, mulai dari sesi lapangan pasir di pagi hari hingga penguatan di pusat kebugaran pada sore hari. Namun, tantangan di voli pantai tidak hanya datang dari lawan.
Yosi menjelaskan bahwa karakter lapangan terbuka menuntut adaptasi mental dan kemampuan membaca arah angin yang berubah-ubah. "Tantangan nonteknis seperti arah angin di venue sangat memengaruhi permainan. Kami harus cepat beradaptasi agar strategi tetap berjalan," jelasnya.
Dalam persaingan di SEA Games 2025, Thailand dan Filipina menjadi rival terberat yang harus dihadapi. Menurut Yosi, kedua negara tersebut memiliki kematangan pengalaman yang luar biasa. Kunci kemenangannya terletak pada stabilitas mental dan komunikasi yang tak terputus dengan pasangan tandingnya di lapangan.
Di balik kesuksesan di gelanggang, Yosi mengapresiasi dukungan semua pihak, orang terdekat, termasuk dari almamaternya. Fleksibilitas akademik kampus, termasuk kemudahan dalam koordinasi ujian dan penilaian saat ia harus membela negara, membuatnya bisa tetap fokus meraih prestasi tanpa mengabaikan kewajiban sebagai mahasiswa.
Baginya, medali emas ini bukan akhir, melainkan tolok ukur untuk terus berkembang. Ia memandang pencapaian ini sebagai bahan introspeksi agar bisa tampil lebih baik di kejuaraan-kejuaraan mendatang. ][
***
Reporter: Ja’raf (FIP)
Editor: @zam*
Dok: Yosi Ariel Firnanda
Share It On: