
Unesa.ac.id, SURABAYA-Program Studi S1 Akuakultur Fakultas Ketahanan Pangan (FKP) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bersama Himpunan Mahasiswa Akuakultur (HIMAKUA) menggelar Aqua Nexus 2026 di Auditorium Gedung FKP, Kampus 3 Unesa Gubeng pada Sabtu, 4 Juli 2026.
Kegiatan perdana bertema “Connecting Science, Nature, and Innovation” ini menjadi wadah edukasi sekaligus pengenalan potensi sektor akuakultur kepada pelajar SMA, SMK, dan MA di Jawa Timur.
Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FKP, Isnawati, menyampaikan bahwa, sebanyak 21 sekolah dengan lebih dari 50 peserta mengikuti rangkaian seminar dan Aquaculture Expo yang menampilkan berbagai inovasi budidaya perairan hasil karya mahasiswa.
Ia menambahkan bahwa, melalui kegiatan ini FKP hadir untuk mendukung terwujudnya kedaulatan pangan nasional. Program Studi Akuakultur menjadi salah satu pilar yang berperan dalam menyiapkan sumber daya manusia dan inovasi di bidang budidaya perairan.
Pada sesi seminar, Mohsan Abrori, dosen Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo menekankan pentingnya hilirisasi hasil riset agar dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, lima komoditas prioritas nasional, yakni udang, nila salin, rumput laut, kepiting, dan lobster, membutuhkan dukungan teknologi guna meningkatkan produktivitas.
Ia juga mendorong mahasiswa memiliki ketangguhan dalam menghadapi tantangan di sektor perikanan serta melihat peluang usaha melalui konsep urban farming dan budidaya di lahan terbatas.
Selain seminar, peserta diajak mengunjungi Aquaculture Expo yang menampilkan sekitar 90 poster edukasi dan berbagai inovasi mahasiswa, termasuk AquaFarm, sistem terpadu yang mengombinasikan akuaponik dan hidroponik sebagai bagian dari Program Mahasiswa Wirausaha.
Emerald Bilqis Syarifa dari SMA Wijaya Putra mengaku memperoleh pemahaman baru bahwa ikan tidak selalu diperoleh dari hasil tangkapan laut, melainkan dapat dibudidayakan secara mandiri oleh masyarakat.
Pengalaman serupa dirasakan Anjani Makfira Sari dari MAN 1 Ngawi. Ia mengaku baru mengetahui bahwa limbah budidaya lele dapat dimanfaatkan sebagai nutrisi tanaman pada sistem akuaponik, sehingga memperlihatkan hubungan antara budidaya ikan dan pertanian.

Koordinator Program Studi S1 Akuakultur Unesa, Reni Ambarwati menjelaskan bahwa, kurikulum prodi dirancang dengan memadukan dasar-dasar sains, teknologi kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI), dan Internet of Things (IoT) dalam sistem produksi budidaya. Lulusan dipersiapkan menjadi wirausaha, peneliti, maupun tenaga ahli di industri perikanan.
Lebih lanjut ia menambahkan bahwa, sebagian besar karya yang dipamerkan merupakan hasil pembelajaran mahasiswa sejak semester awal. Melalui Aqua Nexus, mahasiswa diberi ruang untuk menampilkan kreativitas sekaligus memperkenalkan identitas Program Studi Akuakultur Unesa kepada masyarakat.
Ia berharap Aqua Nexus dapat menjadi agenda tahunan yang menghadirkan inovasi yang semakin berkembang, sekaligus menjadi sarana hilirisasi produk mahasiswa dan dosen serta memperluas minat generasi muda terhadap bidang akuakultur dan Fakultas Ketahanan Pangan Unesa. [ ]
***
Reporter: Aldian Lukmanul Hakim (FISIPOL) dan Dinda Aulia (FBS)
Editor: Puput
Foto: Tim Humas Unesa






