Universitas Negeri Surabaya

Selamat datang di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Berdiri sejak 1964, UNESA telah berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Kontak Kami:
Follow Us:

Cara Praktis Menyisipkan Aktivitas Fisik di Tengah Kesibukan: Yuk, Mulai Terapkan Sekarang dan Bertahap

bnr-arrow-1-1.png

Unesa.ac.id. SURABAYA— Gaya hidup sedentari atau minim bergerak kini menjadi salah satu persoalan dalam kehidupan masyarakat modern. Di tengah risiko penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes, hingga penyakit jantung, memperbaiki pola makan dan tidur perlu dibarengi dengan menjadikan aktivitas fisik menjadi bagian dari kebiasaan hidup aktif.

Kebiasaan atau pola hidup aktif, tidak harus mulai dari olahraga berat atau ke pusat kebugaran. Namun, bisa dimulai dari aktivitas sederhana, bahkan di sela-sela aktivitas pekerjaan. Dosen D-4 Kepelatihan Olahraga Fakultas Vokasi (FV) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Kunjung Ashadi menjelaskan, kunci menjaga kebugaran dan membangun pola hidup aktif bisa dilakukan dengan mulai bergerak secara konsisten. Beberapa cara praktis yang dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari antara lain:

  1. Pilih Tangga untuk Menambah Gerak

Bagi yang beraktivitas di gedung bertingkat, tangga dapat dimanfaatkan untuk menambah aktivitas fisik. Tidak harus langsung menaiki seluruh lantai dengan tangga. Jika ruang kerja atau tujuannya ke lantai enam misalnya, bisa dengan menggunakan tangga sampai ke lantai tiga, dan menggunakan lift ke lantai enam.

Atau jika belum terbiasa misalnya, saat naik gedung menggunakan lift, tetapi saat turun gedung mulai menggunakan tangga. Cara bertahap tersebut dapat membantu membiasakan tubuh lebih banyak bergerak.

  1. Parkir Sedikit Lebih Jauh

Memilih tempat parkir yang sedikit lebih jauh dari pintu masuk gedung dapat menambah kesempatan berjalan kaki. Kebiasaan tersebut dapat dilakukan secara konsisten dengan menambah jarak secara bertahap sesuai kemampuan masing-masing.

  1. Sisipkan Jeda di Tengah Aktivitas

Duduk berjam-jam di depan layar komputer tanpa jeda memiliki risiko memicu hipertensi dan gangguan pembuluh darah. Karena itu, Kunjung Ashadi menyarankan jeda sekitar lima menit setelah bekerja atau belajar selama 30 menit hingga satu jam.

Waktu jeda tersebut dapat digunakan untuk bangkit dari kursi, melakukan peregangan ringan, atau berjalan sebentar di sekitar ruangan sebelum kembali melanjutkan aktivitas pekerjaan atau belajar.

  1. Istirahatkan mata dengan aturan 20-20-20

Tidak hanya otot yang membutuhkan jeda, mata juga perlu diistirahatkan ketika bekerja dalam waktu lama di depan layar. Salah satu cara sederhana adalah menerapkan aturan 20-20-20, yakni setiap 20 menit melihat layar, alihkan pandangan ke benda atau objek yang berjarak sekitar 20 kaki (6 meter) selama 20 detik.

  1. Manfaatkan Waktu Menunggu untuk Bergerak

Waktu menunggu juga dapat dimanfaatkan untuk menambah gerak. Saat menunggu transportasi umum, antrean, rapat, atau acara dimulai, misalnya, kita dapat memilih berdiri, berjalan santai, atau melakukan peregangan ringan daripada terus duduk sambil menggunakan ponsel.

  1. Utamakan Jalan Kaki untuk Jarak yang Memungkinkan

Jika tujuan masih dapat dijangkau dengan berjalan kaki, manfaatkan kesempatan tersebut daripada selalu menggunakan kendaraan. Di kampus atau kantor, misalnya, berjalan kaki ketika berpindah gedung, menuju kantin untuk makan siang atau sekadar membeli kopi.

Kebiasaan serupa dapat diterapkan di rumah, misalnya dengan berjalan kaki ketika keluar membeli makanan atau menuju tempat lain yang jaraknya masih memungkinkan untuk ditempuh dengan berjalan kaki. Mulai bangun aktivitas fisik harian dari sekarang, bukan nanti atau apalagi besok. Salam sehat!][

***

Reporter: Ja’far

Editor: @zam*

Ilustrasi: Made with ChatGPT

Terkait Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs):